DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 21:37 WIB

Debat Cagub Jatim 2018

Terkait e-KTP: Gus Ipul Ingin Ambil Alih Layanan, Emil Jemput Bola

Rahma Lillahi Sativa - detikNews
Terkait e-KTP: Gus Ipul Ingin Ambil Alih Layanan, Emil Jemput Bola Foto: Deny Prastyo Utomo/File
FOKUS BERITA: Debat Cagub Jatim
Surabaya - Pelayanan e-KTP banyak dikeluhkan oleh warga Jatim. Sejumlah persoalan yang dihadapi antara lain proses pencetakan e-KTP yang memakan waktu lama dan lokasi layanan pencetakan yang sulit dijangkau.

Persoalan ini pun diamini oleh calon Gubernur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). "Ada pula beberapa penduduk yang ber-KTP ganda, sehingga kesulitan memperoleh e-KTP," ungkapnya dalam debat cagub Jatim di Dyandra Convention Center, Sabtu (23/6/2018).

Menurut Gus Ipul, ada sejumlah faktor yang memicu permasalahan dalam pembuatan e-KTP. Pertama, jumlah blanko yang kurang, dan yang kedua, alat perekamnya yang tidak berfungsi dengan baik.

"Alhamdulillah sekarang blangkonya udah cukup. Tinggal sekarang kita akan mengajak kabupaten untuk berkoordinasi, menyelaraskan, kalau perlu mengambil alih untuk mempercepat penyelesaian e-KTP tersebut," paparnya.


Jawaban ini ditanggapi calon Wakil Gubernur nomor urut satu, Emil Elestianto Dardak dengan memaparkan pengalamannya terjun langsung untuk membantu mengurus e-KTP di Kabupaten Trenggalek yang dipimpinnya.

"Jika menurut Bapak Saifullah Yusuf, masalahnya ada pada KTP ganda, maka sebenarnya KTP ganda bisa selesai hanya dengan biometrik. Jadi mungkin permasalahannya bukan di KTP gandanya, tetapi bagaimana kita bisa memperoleh data biometrik ini," timpal Emil.

Emil melanjutkan, akan lebih baik jika Dispendukcapil melakukan 'jemput bola'. "Dulu lansia kita datangi ke rumahnya untuk biometrik," terangnya.


Bahkan Emil menyentil pernyataan Gus Ipul terkait 'mengambil alih pengurusan e-KTP'. "Ini pandangan yang tidak akan kami lakukan sebagai seorang Gubernur dan Wakil Gubernur nantinya, karena saya ngrasakan ngecek arusnya dari reception sampe foto, kenapa urutannya bisa berubah-ubah, masalahnya bukan di alat rekamnya tetapi alat cetaknya yang terbatas," tegasnya.

"Blangko mau dikirim banyak tapi kalau kapasitas alat cetaknya cuma sekian ratus perhari itu keluarnya akan mandeg," tambahnya.

Untuk itu, bagi Emil, solusinya bukan mengambil alih pengurusan e-KTP, tetapi mengetahui dengan seksama seperti apa persoalan yang terjadi di lapangan.

"Kami akan sangat terbantu kalau printernya memadai kemudian juga biometriknya lintas daerah dan surat domisili dibuat lebih jelas," pungkasnya.
(lll/iwd)
FOKUS BERITA: Debat Cagub Jatim
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed