DetikNews
Rabu 20 Juni 2018, 17:03 WIB

Modus Pembakaran Toko Warna-Warni untuk Cairkan Asuransi Rp 20 M

Enggran Eko Budianto - detikNews
Modus Pembakaran Toko Warna-Warni untuk Cairkan Asuransi Rp 20 M Pembakar toko di Mojokerto diringkus/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Pemilik toko busana Warna-Warni, David Gunawan (49) sengaja membakar tokonya di Kota Mojokerto. Itu dilakukan demi klaim asuransi kebakaran senilai Rp 20 miliar. Pria asal Surabaya ini menggunakan jasa orang bayaran untuk membakar tokonya.

"Motifnya pemilik toko menginginkan klaim asuransi untuk membantu situasi ekonomi dia yang sedang sulit, nilai klaim asurasi kebakaran Rp 20 miliar," kata Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono saat jumpa pers di kantornya, Jalan Bhayangkara, Rabu (20/6/2018).

Bukannya meraup uang asuransi puluhan miliar, David kini justru harus mendekam di tahanan Polresta Mojokerto. Itu setelah skenario jahat pembakaran toko busana Warna-Warni miliknya berhasil diungkap polisi.

Kapolresta menjelaskan, agar pembakaran toko kain dan busana di Jalan Majapahit No 119, Kota Mojokerto itu terkesan sebagai musibah, David meminta bantuan Santoso (39), mantan sopir David saat di Jakarta, Minggu (3/6). Santoso sendiri merupakan warga Kelurahan Lentengagung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.


"Tersangka S (Santoso) mendapatkan imbalan Rp 75 juta dari tersangka D (David), pemilik Toko Warna-Warni," ungkapnya.

Selain uang Rp 75 juta, David juga menjanjikan akan memberi imbalan kepada pelaku pembakaran senilai 10% dari klaim asuransi Rp 20 miliar dan sebuah mobil Toyota Avanza. Tergiur dengan tawaran David, Santoso pun mengajak 4 rekannya.

Mereka adalah Djupri (46) warga Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat, Kota Bekasi dan Eko Purnomo (39) asal Desa Kebalen, Babelan, Kabupaten Bekasi. Kedua tersangka diringkus di Brebes, Jateng setelah melakukan pembakaran pada Kamis (14/6).

Tersangka Santoso diringkus saat akan kabur di Stasiun Mojokerto pada hari yang sama. Sementara 2 tersangka lainnya berinisial WD dan D hingga kini masih buron.


"Pembakaran dilakukan para tersangka pada Kamis pagi (14/6), menggunakan rangkaian obat nyamuk, sumbu petasan dan bensin," terang Sigit.

Kebakaran di toko busana Warna-Warni baru diketahui warga sekitar pukul 13.30 WIB pada H-1 lebaran. Kebakaran ini meludeskan seluruh isi toko berlantai tiga tersebut.

Skenario pembakaran ini terungkap berkat keterangan sopir David, Supiardi. Kepada polisi, saksi mengaku sempat melihat Santoso dan rekan-rekannya masuk ke dalam toko sebelum kebakaran terjadi. Padahal, saat itu toko dalam kondisi tutup. Seluruh karyawan diliburkan.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed