DetikNews
Senin 04 Juni 2018, 13:40 WIB

Geliat Kampung Jenang Saat Ramadan

Erliana Riady - detikNews
Geliat Kampung Jenang Saat Ramadan Foto: Erliana Riady
Blitar - Di Blitar, ada kampung di mana hampir seluruh warganya memproduksi jenang secara rumahan. Total ada 45 rumah sekaligus home industry jenang di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar ini.

Saat Ramadan, geliat kampung jenang pun semakin terasa. Banyak warga hilir mudik membawa bahan-bahan untuk membuat jenang, seiring meningkatnya pesanan.

Proses membuat jenang sendiri sudah dimulai usai Subuh. Bau gurihnya kelapa sangrai dan gula merah selalu tercium di sepanjang jalan desa ini.

"Rejowinangun memang dikatakan kampung jenang. Ada 45 rumah yang memproduksi jenang. Lainnya juga ada yang membuat geti dan keripik pisang," jelas Ketua Forum UKM Kabupaten Blitar Hendri Christiawan pada detikcom, Senin (4/6/2018).

Geliat Kampung Jenang Saat RamadanFoto: Erliana Riady

Hendri sendiri juga mengelola usaha produksi jenang yang berlabel Omah Jenang Kelapa Sari. Dengan bahan dasar kelapa, gula merah dan beras ketan, berbagai produk olahan mereka hasilkan seperti jenang dengan berbagai varian rasa buah, wajik kletik, wajik biasa dan madu mongso.

"Di tempat saya saja, dalam sehari bisa memproduksi bahan sekitar 1 kuintal. Itu menghasilkan 50 kg setiap produk," bebernya.

Jenang hasil produksi kampung ini juga banyak dijumpai di berbagai pusat oleh-oleh di seluruh Indonesia semisal di Yogyakarta, Semarang, Magelang, Jember hingga ke ibukota Jakarta.

"Madu mongso kami bahkan sudah diekspor sampai ke Hongkong. Dan permintaan itu rutin kami kirim sampai sekarang," aku pria berusia 38 tahun ini.

Geliat Kampung Jenang Saat RamadanFoto: Erliana Riady

Sejak awal Ramadan tahun ini, kampung jenang menerima lebih banyak pesanan. Menurut Hendri, kenaikan pesanannya mencapai 100 persen.

"Kalau harian biasa, produksi kami ini kan sasarannya hanya lokasi wisata. Kalau jelang lebaran seperti sekarang ini, pemesanan banyak datang dari rumah tangga," tuturnya.

Kenaikan jumlah pesanan, otomatis membuat omzet pendapatan juga bertambah. Hendri sendiri mengaku bisa meraup untung sekitar Rp 50 juta per bulan.

"Omzet Kampung Jenang itu kalau hari normal mencapai Rp 2 miliar per bulan. Dan akan meningkat dua kali lipatnya jelang Lebaran," ungkapnya.

Tak heran jika kemudian desa ini pun diresmikan menjadi salah satu sentra UKM di Kabupaten Blitar. Beberapa bank pemerintah dan swasta-pun tak berpikir panjang menjadi mitra permodalan mereka.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed