DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 09:17 WIB

Minta Maaf, Kasus Anggota DPRD Bercanda Bom Tetap Berbuntut

Ardian Fanani - detikNews
Minta Maaf, Kasus Anggota DPRD Bercanda Bom Tetap Berbuntut Foto: Ardian Fanani/File
Banyuwangi - Dua anggota DPRD Banyuwangi, Naufal Baderi dan Basuki Rahmat meminta maaf atas kecerobohannya bercanda tentang bom di Bandara Banyuwangi, Rabu (23/5).

Keduanya mengaku candaan itu dipicu ketidaktahuan mereka tentang larangan melontarkan lelucon bom atau bahan peledak di bandara.

"Kejadian ini diambil hikmahnya. Ternyata bandara itu memiliki aturan yang harus ditaati. Nyeletuk soal bom saja tidak boleh. Itu termasuk larangan," ujar Naufal kepada wartawan, Kamis (24/5/2018).


Basuki Rahmat pun memberikan komentar yang tak jauh berbeda. Ia mengaku baru tahu tentang larangan mengucapkan ada bahan peledak atau bom di bandara, meskipun itu hanya bercanda sebab dapat memicu kepanikan di kalangan dunia penerbangan.

Atas sikapnya itu, Basuki yang merupakan Ketua DPC Hanura Banyuwangi tersebut meminta maaf. Apalagi candaan tentang bom di tas ransel milik rekannya sesama anggota dewan ketika menjalani pemeriksaan SCP 2 Bandara Banyuwangi membuat heboh pemberitaan sejumlah media.

"Kepada masyarakat kami mohon maaf. Sebetulnya ini cuma miskomunikasi antara kami dengan pihak bandara. Tapi persoalan ini telah tuntas dan kami telah meminta maaf kepada pihak bandara untuk tidak mengulangi hal yang sama di lain waktu," tuturnya.


Permintaan maaf ini disampaikan kedua pihak saat hendak meninggalkan Mapolres Banyuwangi sekitar pukul 21.45 WIB, Rabu (23/5/2018) malam.

Basuki Rahmat dan Naufal Baderi dipersilakan meninggalkan Mapolres Banyuwangi setelah menjalani pemeriksaan sekitar 3 jam lebih.


Sementara itu, Manager Operasi Bandara Banyuwangi Suparman menegaskan, meski sudah meminta maaf, namun proses dugaan pelanggaran yang dilakukan dua oknum anggota dewan itu tetap dilanjutkan.

Hanya saja proses penyidikan masih menunggu penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) dari dunia penerbangan di Surabaya.

"Dalam surat pernyataan itu berisi permintaan maaf dan kesiapan bila sewaktu-waktu diperiksa oleh PPNS. Besok kita akan kirim berkas ke Surabaya. Lanjut atau tidaknya yang berwenang adalah PPNS yang nanti akan turun kemari," terangnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed