DetikNews
Selasa 24 April 2018, 22:52 WIB

Anggota Dewan ini Sebut Surabaya Darurat Miras Oplosan

Deni Prasetyo Utomo - detikNews
Anggota Dewan ini Sebut Surabaya Darurat Miras Oplosan Foto: Deny Prastyo Utomo
FOKUS BERITA: Maut Miras Oplosan
Surabaya - 12 Warga Surabaya meninggal akibat minuman keras (miras) oplosan. Komisi D DPRD Surabaya menyebut, Surabaya dalam kondisi darurat miras oplosan.

Pernyataan itu disampaikan Reni Astuti, anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya yang membawahi Kesehatan, Pendidikan dan Kesra saat sidak di RS Soewandi.

"Sudah 12 hingga malam ini meninggal diduga miras dalam kurun waktu beberapa hari. Saya pikir ini bisa dikatakan dengan darurat miras atau mungkin tepatnya darurat oplosan," kata Reni Astuti dalam pesan Whatsapp, Selasa (24/4/2018) malam.

Dengan situasi kondisi yang darurat ini, Reni meminta Pemerintah Kota Surabaya untuk serius dalam menangani kasus miras oplosan dengan serius, tidak hanya responsif melainkan secara sistemik.


"Kalau sifatnya sudah darurat, maka penangannya tidak biasa. Kami juga mendorong pihak rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian. Sehingga bisa mendeteksi korban-korban yang sudah ada untuk ditelusuri tempat tinggalnya, aktivitasnya untuk kemudian sumbernya bisa jelas," kata Reni dari Fraksi PKS .

Saat sidak di RS Soewandi Surabaya, Reni juga menemui keluarga korban meninggal akibat miras oplosan, yakni Wahyu Sri Utami (36) yang sedang mengurus jenazah suaminya Lusi Antoni (42).

"Saya turut prihatin kepada keluarga korban. Yang pada pukul 11.00 WIB tadi masuk dengan kondisinya semakin kritis dan saya mendapatkan informasi akhirnya meninggal dunia," kata Reni.

Anggota Dewan ini Sebut Surabaya Darurat Miras OplosanReni Astuti, anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya (berjilbab)/Foto: Deni Prasetyo Utomo


Dengan adanya koban meninggal dunia karena miras di Kota Surabaya, Reni mengimbau adanya penegakan perda dengan tegas terhadap penjual minum keras yang dilarang.

"Kalau bicara tentang peredaran. Maka yang perlu dilakukan adalah upaya penegakan aturan. Penjualan minuman keras yang tidak diizinkan itu dilarang. Pengawasan harus segera dilakukan," ungkap wanita berjibab ini.


Sebelumnya, pada Senin (23/4/2018) Pemerintah Kota Surabaya dan DPRD Kota Surabaya melakukan paripurna yang membahas peraturan daerah (Perda) tentang minuman keras.

"Semoga dengan rapat yang digelar di DPRD Kota Surabaya bisa menguatkan tentang pengendalihan dan peredaran minuman keras termasuk oplosan dan cukrik," ujar Reni.

Dengan maraknya penjual miras yang tidak memiliki izin yang menyebakan kematian terhadap warga Kota Surabaya, pihaknya mendorong Pemkot Surabaya untuk melakukan penertiban secara berkala.

"Dalam penertiban berkala itu, wilayah-wilayah yang anggap rentan. Selain memberikan ruang kepada masyarakat yang turut aktif melaporkan jika mendapati warga yang mencurigakan," imbau Reni.
(bdh/bdh)
FOKUS BERITA: Maut Miras Oplosan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed