Alternatif Kapal Kayu, ITS Kembangkan Kapal dari Bambu

Ongq Rifaldy Litualy - detikNews
Senin, 19 Mar 2018 09:53 WIB
Heri Supomo (berbaju putih) dan kapal bambu bikinannya. (Foto: Ongq Rifaldy Litualy)
Surabaya - Kelangkaan kayu sebagai bahan utama pembuatan kapal nelayan mendorong seorang tenaga pengajar di Institut Teknologi 10 November (ITS) untuk membuat kapal dari bahan dasar lain, yakni bambu.

Ide membuat kapal dari bambu ini dimiliki Heri Supomo sejak tahun 2006. "Saat ini kayu sudah susah didapatkan, bahkan dilindungi pemerintah. Karena itu harus mencari alternatif," ujar Heri.

Ia kemudian mencoba merealisasikan ide itu dengan melakukan pra-penelitian bersama tim yang dibentuknya.

Gayung bersambut. Ide ini mendapatkan dana bantuan untuk direalisasikan, yaitu dari Newton Fund, Inggris dan mulai digarap per tahun 2008. Saat itu pihaknya langsung membuat pemodelan struktur untuk mengkaji kekuatan kapal dari bambu ketika berada dan menahan beban di laut.

"Intinya adalah saya mengaplikasikan bambu itu sebagai kapal nelayan karena kasihan nelayan kecil saat ini masih ada yang tidak punya kapal sendiri," tutur Heri kepada detikcom, Senin (19/3/2018).


Alternatif Kapal Kayu, ITS Kembangkan Kapal dari BambuIde untuk membuat kapal dari bambu sudah ada sejak tahun 2006. (Foto: Ongq Rifaldy Litualy)

Menurut tenaga pengajar di Fakultas Teknik Perkapalan ITS itu, kapal berbahan bambu merupakan sebuah alternatif terbaik. Sebab selain mudah diperoleh dan murah, bambu laminasi memiliki ketahanan dan kekuatan konstruksi yang lebih baik, bahkan jika dibandingkan dengan kayu jati.

"Bambu yang saya gunakan adalah jenis betung ya, bambu jenis ini apabila dilaminasi memiliki daya tarik dan tekan yang lebih baik. Proses pembuatannya mudah dan fleksibel," tambah Heri.

Saat ditanya, Heri juga mengakui bahwa hasil karyanya ini awalnya mendapat banyak penolakan, bahkan tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Heri menyayangkan karena yang tertarik justru dari luar negeri. Tak hanya tertarik, mereka juga memberikan bantuan kerjasama untuk mengembangkan idenya itu.


Kendati demikian, Heri tetap berharap kapalnya bisa mendapat dukungan dari pemerintah.

"Yah tentunya berharap pemerintah bisa melihatlah dan membantu pasokan material bambu. Selain itu, saya berharap bambu semakin dibudidayakan karena tidak hanya berfungsi sebagai bahan konstruksi tetapi juga penahan longsor," pintanya.

Heri menargetkan pada akhir Maret ini kapal bikinannya bisa mulai diujicoba. Ia juga berharap bisa mengajak Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) area Jawa Timur untuk ikut serta dalam peluncuran kapalnya nanti.
Alternatif Kapal Kayu, ITS Kembangkan Kapal dari BambuBambu dianggap sebagai bahan alternatif karena selain mudah didapat dan murah, bambu laminasi diketahui memiliki ketahanan yang lebih baik daripada kayu jati sekalipun. (Foto: Ongq Rifaldy Litualy)
(lll/lll)