Daya Tarik Lain Candi Wonorejo: Ada Ritual Khusus Tiap Malam Suro

Sugeng Harianto - detikNews
Jumat, 09 Mar 2018 14:46 WIB
Foto: Sugeng Harianto
Madiun - Daya tarik Candi Wonorejo, situs peninggalan Kerajaan Majapahit yang menyimpan lambang kesuburan ternyata bukan hanya patung lingga yoni. Ada juga berbagai jenis batu altar serta ritual khusus.

Patung lingga yang ada di Candi Wonorejo digambarkan milik tiga dewa, yakni Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa, sedangkan yoninya digambarkan milik Dewi Durga atau Dewi Uma, istri dari Dewa Siwa.

Rangkaian patung ini menjadi incaran setiap pengunjung yang datang, terutama untuk berswafoto. Salah satunya adalah Nunuk Setijawati (45). Wisatawan ini mengaku jauh-jauh datang dari Kendari, Sulawesi Tenggara karena penasaran dengan candi tersebut.

"Saya penasaran sering lihat diunggah di media sosial. Akhirnya kesampaian juga bisa berfoto selfie di situs peninggalan zaman Kerajaan Majapahit," tuturnya kepada detikcom, Jumat (9/3/2018).

Selain itu, pengunjung juga bisa melihat tumpukan batu di sebelah taman sisi timur bangunan candi. Batu-batu itu antara lain adalah altar batu untuk tempat sesaji berukuran sekitar panjang 2,5 meter serta lebar dan tinggi sekitar 60 cm; atau umpak batu berbentuk kotak dengan panjang, lebar dan tinggi sekitar 60 cm. Pada tengah umpak batu itu juga tampak ada cekungan melingkar dengan diameter sekitar 20 cm.
Daya Tarik Lain Candi Wonorejo: Ada Ritual Khusus Tiap Malam SuroFoto: Sugeng Harianto

Tak hanya itu, penduduk dusun di sekitar candi juga kerap menggelar ritual yang digelar setahun sekali, tepatnya di malam Jumat Pahing pada bulan Muharram atau Suro.

"Harinya dipastikan setiap malam Jumat Pahing tiap bulan Muharram atau Suro. Siangnya pertunjukan kesenian tayuban dengan dua sinden atau penyanyi adat Jawa," tutur juru kunci Candi Wonorejo, Sampiro (63).

Dalam ritual tersebut, tambah Sampiro, ratusan warga berduyun-duyun membawa nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauk ayam panggang. Tumpeng itu kemudian dimakan bersama-sama dengan harapan mendapat berkah.

"Biasanya warga ramai-ramai datang membawa sedekah nasi tumpeng, lengkap dengan lauk pauk ayam panggang dan dimakan bersama di Candi Wonorejo yang juga masih dijadikan punden atau sendang ini," katanya.
Daya Tarik Lain Candi Wonorejo: Ada Ritual Khusus Tiap Malam SuroFoto: Sugeng Harianto

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, dalam sehari, pengelola mencatat ada 20-30 pengunjung yang datang ke candi ini. Namun di akhir pekan, pengunjungnya bisa mencapai 50-100 orang.

Pihak pengelola juga tidak mematok tiket masuk untuk bisa menikmati keindahan Candi Wonorejo. Mereka hanya menyediakan kotak amal bilamana pengunjung ingin memberikan sumbangan seikhlasnya.

Namun bila ingin masuk dan berswafoto di dalam kawasan candi, pengunjung diharap memanggil juru kunci yang kediamannya tak jauh dari lokasi, sebab candi ini 'diamankan' di dalam area yang diberi pagar kawat berduri dan beratap seng untuk melindunginya dari hujan.
Daya Tarik Lain Candi Wonorejo: Ada Ritual Khusus Tiap Malam SuroFoto: Sugeng Harianto
(lll/iwd)