Cerita Djoni Liem, Penyembur Jarum Beracun Saat Bertugas ke Malaysia

Rois Jajeli - detikNews
Senin, 27 Nov 2017 12:50 WIB
Djoni Liem dan jarum-jarumnya/Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Liem Wong Siu alias Djoni Liem, Serma KKO (Purn) orang pertama yang mengacungkan diri ditugaskan operasi sabotase di Malaysia pada era ganyang Malaysia. Dengan senjata istimewa yang dimilikinya 'semburan maut' jarum beracunnya, membuat tentara sekutu Inggris banyak yang tewas.

"Saya nggak hafal berapa jumlah mereka yang mati," kata Djoni Liem saat berbincang-bincang dengan detikcom di rumahnya Kembang Kuning, Surabaya, Minggu (26/11/2017).

Setelah bercerita tentang keterlibatannya di Operasi Dwikora, Trikora, DI/TTI, Aceh, Timtim dan daerah operasi lainnya di Indonesia, Djoni Liem mengaku pernah ditugaskan ke Singapura. Saat itu sebelum Usman-Harun (KKO), yang sekarang dinobatkan pemerintah sebagai pahlawan nasional.

Baca Juga: Ini Serma KKO (Purn) Djoni Liem, Sang Penyembur Jarum Beracun

Waktu itu, Komandan Intai Para Amfibi (IPAM) Kapten KKO Winanto mengumumkan rekruitmen prajurit yang akan ditempatkan sebagai prajurit sabotase ke negeri Singapura dan Malaysia. Kemudian, Djoni Liem yang waktu itu pangkatnya tamtama, diberangkatkan ke Singapura bersama 7 orang lainnya menumpang speadboat.

"Sebelum Usman-Harun, saya sudah di Singapura selama 2 tahun. Ketika diberangkatkan ke Singapura, nama tidak ada, kesatuan tidak ada, pangkat tidak ada. Semua identitas diri harus dilepaskan," ujarnya.

Serma KKO (Purn) Djoni Liem/Serma KKO (Purn) Djoni Liem/ Foto: Rois Jajeli


Selama di Singapura, dia menggunakan nama Tan Chin Guan. Nama samaran tersebut adalah nama guru kungfunya dan guru yang mengajarinya semburan maut. Setelah 2 tahun bertugas di Singapura, Djoni Liem dipanggil ke Koti (Komando Operasi Tertinggi). Saat itu, empat angkatan (TNI AD, AL, AU dan Polri) diseleksi, untuk ditugaskan dalam operasi Ganyang Malaysia.

Ada sekitar 25 prajurit lainnya yang menuju Malaysia menggunakan dua speedboat, sebelum pidato Presiden Soekarno yang terkenal dengan 'Ganyang Malaysia'.

Mereka berangkat dari perairan di Riau sekitar pukul 12 malam. Tiba di Pontien, Johor Baru, Malaysia, sekitar 05.30 pagi. Pendaratannya ternyata daerah berawa dan berlumpur. 25 Prajurit yang terbagi menjadi dua tim memutuskan bertahan di titik yang jaraknya sekitar 50 meter dari pantai pendaratan. Dan kedua tim diputuskan akan berpencar.

Baca Juga: Belajar Sejak Usia 8 Tahun, Ini Kemampuan Djoni Liem Penyembur Jarum

Namun, posisi pasukan sabotase ini diketahui musuh dari pasukan sekutu Inggris, Australia, Malaysia, New Zealand, Gurkha. Pertempuran sengit pun tak terelakkan. Bahkan, pasukan sekutu mengerahkan helikopter untuk mencari pasukan dari Indonesia yang tersebar di hutan.

"25 Orang ini posisi terpencar-pencar dan saya tidak tahu dimana posisi teman-teman saya," katanya.

Serma KKO (Purn) Djoni Liem/Serma KKO (Purn) Djoni Liem/ Foto: Rois Jajeli


Selama pertempuran dengan pasukan sekutu, Djoni Liem yang sudah menyiapkan jarum beracun, digunakan untuk menyerang musuh.

"Jarum beracun itu bereaksi sekitar setengah jam. Saya tidak hafal berapa jumlah mereka yang meninggal," katanya.

Djoni Liem pun akhirnya survival di hutan sekitar 3 bulan lamanya. Apapun yang ditemukan di hutan ia makan untuk tetap bertahan.

Djoni pun akhirnya keluar dari hutan karena terkena malari, dan menemui banyak perkampungan. Djoni pun meminta warga keturunan China, untuk membelikan rokok.

"Kemudian saya tertidur. Saat saya bangun, saya dikepung dan laras senjata pasukan dari sekutu di kepala saya. Saya ditahan di Pontien. Saya diinterograsi dan saya tidak mengaku sebagai Djoni Liem," jelasnya. (roi/fat)