Ini Serma KKO (Purn) Djoni Liem, Sang Penyembur Jarum Beracun

Rois Jajeli - detikNews
Senin, 27 Nov 2017 10:10 WIB
Serma KKO (Purn) Djoni Liem/Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Serma KKO-sekarang Marinir (Purn) Djoni 'Liem' Matius, memiliki kemampuan luar biasa. Boleh dibilang, satu-satunya orang di Indonesia yang bisa menyemburkan jarum beracun hingga menewaskan orang.

Saat berbincang dengan detikcom, Minggu (26/11/2017) meski umurnya mencapai 83 tahun, guratan di wajah dan tubuh Djoni Liem terlihat bahwa dia pernah jadi prajurit KKO atau sekarang berubah menjadi Marinir, TNI AL.

"Mari pak silahkan duduk," kata Djoni Liem saat mempersilahkan detikcom bertamu di rumahnya di Jalan Kembang Kuning, Surabaya.

Meski baru pertama bertemu, Djoni Liem tampak ramah menyambut detikcom. Dengan ramah Djoni menjelaskan keahliannya menyemburkan jarum beracun dengan jarak sekitar 50 meter, yang digunakan saat operasi Trikora, Operasi Dwikora, operasi di Singapura maupun ditugaskan saat operasi Ganyang Malaysia.

Tak lupa keturunan Tionghoa yang memiliki nama asli Liem Wong Siu ini menunjukkan album foto saat dirinya bertugas. Selain itu, foto demo keahlian di depan kunjungan tentara Amerika Serikat maupun China, serta foto bersama pejabat militer pada era itu.

Serma KKO (Purn) Djoni Liem/Serma KKO (Purn) Djoni Liem/ Foto: Rois Jajeli


"Sebelum saya cerita, saya menunjukkan foto-foto ini. Biar nggak dikira hanya asal ngomong saja, tapi ini ada bukti-buktinya," tuturnya.

Pria yang lahir di Bandung 3 April 1934 ini, mampu menyemburkan jarum beracun hingga 50 meter, beras, silet hingga paku. Liem mempelajari ilmunya sejak usia 8-12 tahun ke seorang guru kung fu, Than Chin Guan, teman dari kakeknya, yang rumahnya tak jauh dari tempat tinggalnya di Kota Bandung.

"Dulu saya anak nakal. Kemudian dimasukkan ke tempat pelatihan kung fu milik teman kakek saya di Bandung," ujarnya.

Dari 36 anak yang berlatih kung fu (tidak hanya anak keturunan Tionghoa saja yang berlatih beladiri), kemudian diseleksi lagi menjadi 12 anak yang ikut berlatih pernafasan. Dari 12 anak itu, yang lolos mengikuti pelatihan menyemburkan beras, jarum, silet, paku, sikat gigi, hanya dua yakni Djoni Leim dan Ing-ing.

"Tinggal saya dan 1 perempuan. Perempuan itu pergi ke China dan sampai sekarang saya putus kontak. Kemampuan perempuan itu luar biasa," tuturnya sambil memperagakan kemampuan tenaga dalam Ing yang dapat menggerakan tong sampah hanya menghentakkan kakinya. (roi/fat)