Petugas Veteriner Yogyakarta Datangi Lokasi Kambing Mati Misterius

M Rofiq - detikNews
Senin, 28 Agu 2017 16:37 WIB
Petugas periksa kambing yang masih hidup/Foto: M Rofiq
Probolinggo - Petugas Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta memeriksa lokasi puluhan kambing mati secara misterius, di Desa Sumberkerang dan Desa Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (28/8/2017).

Selain memeriksa kambing yang tersisa di dua desa tersebut, petugas juga memberikan vitamin dan nutrisi agar kambing yang masih hidup tidak terjangkit penyakit dan mati seperti kambing-kambing lainnya.

Petugas juga mengambil sampel untuk diuji laboratorium, untuk dibawa ke Yogyakarta. Namun sejauh ini petugas memastikan bahwa penyebab kematian kambing tersebut bukan karena antraks. Sebab hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan penyakit tersebut.

Baca Juga: DPKH Probolinggo Pastikan Kambing Mati Misterius Bukan karena Antraks

Menurut dr Enggar Kumalawati, petugas Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta, pihaknya telah memeriksa lanjutan sisa kambing yang masih hidup. Sebelumnya, sample feses, darah, pakan ternak dan air sudah dikirim ke Yogyakarta.
Petugas mengambil sample kambing mati untuk diteliti/Petugas mengambil sample kambing mati untuk diteliti/ Foto: M Rofiq

"Kami belum berani memastikan, karena masih menunggu hasil uji laboratorium yang berada di Yogyakarta. Fenomena ini belum menjadi wabah, karena baru terjadi di dua desa di Kabupaten Probolinggo," jelas dr Enggar Kumalawati di lokasi.

Yang jelas, kata dia, penyebab kematian kambing itu dipastikan bukan dari penyakit antraks. Pihaknya masih perlu melakukan uji laboratotium lanjutan agar bisa memastikan dengan hasil yang maksimal.

Baca Juga: Jumlah Kambing yang Mati Misterius Bertambah, dari 32 Jadi 56 Ekor

Hingga kini, kambing milik warga yang mati sebanyak 64 ekor. Jumlah kambing mati ini bertambah 8 ekor, karena sebelumnya kambing yang mati sebanyak 56 ekor. Sementara kondisi kambing yang masih hidup saat ini kondisinya juga mulai melemah.

"Kambing yang masih hidup sebagian ada yang lemah dan ada pula yang tetap sehat. Namun, juga harus waspada dengan serangan virus atau lainnya," jelasnya.

Petugas mengimbau masyarakat yang masih memelihara ternak kambing, benar-benar menjaganya dengan baik. Pasalanya, hewan ternak kambing sangat mudah diterpa virus dan penyakit.

(fat/fat)