DPKH Probolinggo Pastikan Kambing Mati Misterius Bukan karena Antraks

M. Rofiq - detikNews
Minggu, 27 Agu 2017 17:23 WIB
Kambing yang mati misterius berjumlah 56 ekor (Foto: M Rofiq)
Probolinggo - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo turun untuk menyelidiki matinya 56 ekor kambing secara misterius. Sampel bagian tubuh kambing yang mati akan dikirim ke laboratorium.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo Endang Ari Wahyuni mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan semisterius apa kejadian di Desa Sumberkerang dan Banyuanyar Lor ini. Endang memastikan bahwa penyebab kematian kambing bukan karena antraks.

"Kami mengambil sampel pada bagian organ tubuh hewan ternak kambing ini untuk di lakukan uji laboratorium, nanti kita tunggu hasilnya. Ini kami akan kirim ke Malang dan Jogja untuk uji laboratoriumnya. Dari hasil pemeriksaan tim kami, kambing itu tidak terkena penyakit antraks," kata Endang saat dikonfirmasi, Minggu (27/8/2017).

Endang menuturkan, pihaknya telah melakukan bedah terhadap beberapa kambing untuk diambil sampelnya. Seperti paru, limbah, usus, pada bekas luka, dan bagian organ tubuh lainnya.

Baca juga, Jumlah Kambing yang Mati Misterius Bertambah, dari 32 Jadi 56 Ekor

"Untuk sementara ini kami masih belum bisa memberikan keterangan yang pasti. Namun yang jelas kambing-kambing yang mati ini memang ada bekas luka di bagian mata dan duburnya, tapi kami tidak mengarah ke hal lain dulu, kita tunggu hasil laboratotiumnya dulu seperti apa,"ujarnya.

Camat Gending, Ridwan, membenarkan kejadian yang terjadi di dua desa yang ia pimpin. Namun sejauh ini, pihaknya juga belum bisa memastikan apakah itu memang benar-benar dilukai anjing jadi-jadian atau bukan.

"Kalau melihat lukanya, memang bekas gigitan. Posisinya juga sama yakni di mata dan dubur. Warga meyakini kambing tersebut mati karena dighigit anjing jadi-jadian. Tapi kita tunggu dari hasil pemeriksaan dari DPKH saja seperti apa," terangnya. (iwd/iwd)