DetikNews
Senin 03 Juli 2017, 12:59 WIB

PROFAUNA: Siamang Gigit Balita Diduga Kesalahan Pemeliharaan

Erliana Riady - detikNews
PROFAUNA: Siamang Gigit Balita Diduga Kesalahan Pemeliharaan Foto: Erliana Riady
Blitar - PROFAUNA (Protection of Forest & Fauna), organisasi perlindungan hutan & satwa liar menilai insiden penyerangan Siamang di Taman Rakyat Kebon Rojo Kota Blitar, karena kesalahan pemeliharaan.

Ketua PROFAUNA Indonesia, Rosek Nursahid menjelaskan Siamang yang nama latinnya Symphalangus Syndactilus ini tergolong hewan pemalu dan tidak suka berinteraksi langsung dengan manusia.

"Siamang itu walaupun hewan buas tapi tidak agresif dan sangat pemalu. Dia tidak suka berinteraksi dengan manusia. Dia akan buas dalam arti menyerang, itu jika ingin melindungi keluarganya," jelas Rosek saat dihubungi detikcom, Senin (3/7/2017).

Baca Juga: Pengelola Taman Kebon Rojo Salahkan Orangtua Lalai Jaga Anak

Berbeda dengan monyet yang lebih suka hidup berkelompok, jelas Rosek, Siamang termasuk hewan monogami yang menikmati suasana tenang dengan pasangan dan anaknya.
Siamang gigit balita di Taman Rakyat BlitarSiamang gigit balita di Taman Rakyat Blitar Foto: Erliana Riady

"Insiden di Blitar, jika saya baca di media kemungkinan terjadi karena kesalahan pemeliharaan. Terutama dari posisi kandang yang tidak ada sekat atau jarak dengan pengunjung. Ini bisa menjadi salah satu penyebab Siamang stres dan menyerang. Seharusnya ada pagar pemisah antara kandang dengan pengunjung itu minimal berjarak 2,5 meter," tambahnya.

Menurut Rosek, kandang Siamang yang standart jika dipelihara di kebun binatang atau sejenisnya, harus mempunyai tempat untuk bersembunyi jika Siamang tidak ingin bertemu dengan manusia.

Baca Juga: Polisi Pasang Police Line Pasca Jempol Balita Putus Diserang Siamang

"Siamang jangan sampai dielus. Ini penting, karena karakternya tidak boleh ada sentuhan fisik ," tegas Rosek.

Selain tempat sembunyi, tambah dia, karena Siamang tergolong Brachasy yang habitat aslinya di atas pohon. Maka di kandang itu selain harus luas, juga harus ada tempat untuk berayun-ayun.

Terkait interaksi dengan manusia, sangat disarankan untuk tidak bersentuhan fisik langsung dengan Siamang karena Zoonosisnya. "Jadi zoonosis itu mudahnya penularan penyakit dari Siamang ke manusia atau sebaliknya, sehingga disarankan bagi pengunjung tidak mengelusnya," ungkapnya.

Baca Juga: Pengunjung Taman Rakyat di Blitar Diserang Siamang, Jempol Balita Putus

Adapun penyakit yang mudah ditularkan dan menular dari Siamang, utamanya ada tiga. Yakni Hepatitis, TBC dan Radang Paru-Paru (Pneumonia).
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed