Mayat Djohan ditemukan pada Senin (2/1/2017) di Kali Mas di Jalan Ketabang Kali di belakang Taman Prestasi. Awalnya mayat Djohan dikira adalah mayat yang tenggelam begitu saja di sungai. Tetapi setelah dilaukan autopsi, diketahui ada luka bekas penganiayaan di badan pria 38 tahun itu.
Polisi pun melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan diketahui jika kasus itu bermuara pada sebuah kafe di Jalan Kayoon. Kafe itu adalah Kafe SO. Diketahui, Djohan pada malam pergantian tahun berada di kafe tersebut. Ia minum dan menikmati live musik dangdut.
Saat sang biduan sedang menyanyikan lagu, Djohan maju dan ikut berjoget. Di situ kebetulan turut berjoget pula sejumlah orang. Djohan yang memang kebanyakan minum minuman keras (miras) tak bisa mengendalikan diri. Dia menabrak orang-orang yang berjoget itu.
Mereka yang ditabrak marah. Mereka menggiring Djohan keluar kafe. Di luar kafe, mereka memukuli dan menendang Djohan. Pria warga Jalan Juwingan itu tak berdaya karena sendirian. Namun Djohan terus dipukuli hingga tercebur ke Kali Mas yang letaknya ada di pinggir kafe.
Djohan sebenarnya berniat menghindari mereka dan tak ingin naik ke sisi sungai yang ada mereka karena takut dianiaya lagi. Sebagai gantinya, Djohan berusaha berenang ke seberang. Namun karena tubuhnya yang lemah dan masih dalam pengaruh alkohol, tubuh Djohan terbawa arus hingga ia tenggelam dan akhirnya ditemukan di Kali Mas yang mengalir di Jalan Ketabang Kali.
Mayat Djohan ditemukan warga yang sedang memancing. Pemancing ikan melihat mayat terapung di seberang sentra PKL di Jalan Ketabang Kali. Mayat Djohan dievakuasi oleh anggota linmas dan segera diidentifikasi polisi.
Polisi menemukan bahwa tujuh orang yang terlihat terakhir bersama Djohan adalah Romadhon alias Untung, Farid Maulana, Sunar, Faikur Rochman alias Pak Ek, Siri, Kenthung, dan Rois. Namun dari hasil pemeriksaan, yang terbukti menganiaya hanyalah empat orang yakni Untung, Farid Maulana, Sunar, dan Pak Ek.
Saat mendengar bahwa orang yang mereka aniaya tewas, keempat orang itu berusaha kabur. Dua pelaku tertangkap yakni Untung yang tertangkap di rumahnya dan Farid yang tertangkap di rumah kakeknya di Brebes. Sementara Sunar dan Pak Ek masih buron.
"Kami masih mengejar tersangka yang buron," tandas Shinto. (fat/iwd)










































