Bencana Hujan Es Sebesar Batu yang Tewaskan Ratusan Orang

Kilas Balik

Bencana Hujan Es Sebesar Batu yang Tewaskan Ratusan Orang

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2026 14:29 WIB
Ilustrasi Hujan
Foto: Ilustrasi hujan (Getty Images/iStockphoto/BrianAJackson)
Jakarta -

India pernah dihantam bencana hujan es pada 1888. Hujan badai es ini menewaskan ratusan orang pada saat itu.

Dikutip dari laman World Meteorological Organization, badai hujan es dahsyat ini terjadi pada tanggal 30 April 1888 di wilayah Moradabad, India.

Peristiwa ini didokumentasikan secara detail oleh JS MacIntosh melalui John Eliot (pelapor meteorologi yang kelak menjadi Direktur Jenderal pertama India Meteorological Department) dan diterbitkan dalam buku American Weather (1888) karya AW Greely.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Terkait ukuran es, laporan tersebut menyebutkan bahwa batu es yang jatuh berukuran sangat besar, seukuran telur angsa, buah jeruk, hingga bola kriket.

Es jatuh dengan kekuatan yang sangat dahsyat. Hujan es menyisakan tumpukan endapan es setinggi 1 hingga 2 kaki atau lebih di dataran yang lebih tinggi.

Dampak hujan es juga sangat merusak. Kerusakan terkonsentrasi pada area seluas 6 hingga 7 mil di sekitar Moradabad.

Selain itu, bencana ini mencatatkan jumlah korban jiwa terbesar akibat hujan es yang pernah terekam dalam sejarah, dengan total 246 orang tewas (230 orang di Moradabad dan 16 orang di Bareilly).

Laporan kepolisian juga mencatat kematian sekitar 1.600 ekor hewan ternak (sapi, domba, dan kambing). Tidak ada warga Eropa yang dilaporkan tewas dalam kejadian ini.

Sebagian besar korban tewas karena dihantam langsung oleh batu es saat berada di tempat terbuka tanpa tempat berlindung. Termasuk beberapa rombongan pernikahan di dekat tepi sungai yang tewas seluruhnya.

Tonton juga video "Heboh Distrik di Lanny Jaya Memutih Bak Salju Usai Dilanda Hujan Es"

(rdp/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini