Makam Siswi SD Grobogan Diduga Dianiaya Dibongkar, 9 Saksi Diperiksa

Manik Priyo Prabowo - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 16:52 WIB
Pembongkaran makam siswi SD diduga tewas dianiaya di Grobogan, Senin (17/1/2022).
Pembongkaran makam siswi SD diduga tewas dianiaya di Grobogan (Foto: dok. Polres Grobogan)
Grobogan -

Polres Grobogan membongkar makam siswi SD berinisial S (12) yang diduga tewas dianiaya untuk melakukan autopsi. Selain autopsi, polisi juga telah memeriksa 9 orang saksi.

Para saksi yang dimintai keterangan yakni orang tua korban, teman, guru, maupun pihak SD tempat korban bersekolah.

"Selain itu semua ada juga pemeriksaan kepada dokter atau bidan dan tukang pijat yang pernah memeriksa kesehatan korban sebelum meninggal," ujar Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Andriyansyah Ritas Hasibuan kepada wartawan di Grobogan, Senin (17/1/2022).

Andriyansyah menyebut pembongkaran makam itu dilakukan untuk kepentingan autopsi. Sehingga dapat diketahui penyebab pasti kematian siswi S.

"Betul makam yang kita bongkar merupakan makam siswi berinisial S (12) yang diduga korban penganiayaan. Kita bongkar untuk melengkapi proses penyelidikan," terang dia.

Dia menyebut peristiwa penganiayaan itu diduga terjadi pada Sabtu (17/12) lalu dan meninggal pada Rabu (22/12).

"Sehingga, langkah pembongkaran makam pun perlu dilakukan untuk mencari tahu penyebab kematian," ujar Andriyansyah.

Dia menyebut hasil autopsi akan keluar sekitar 1-2 minggu ke depan.

"Kita tunggu hasil autopsi dari tim medis Dokpol (kedokteran kepolisian), jika hasil sudah keluar akan kita berikan ke publik nanti," tutur dia.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswi kelas VI SD di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tewas setelah diduga dianiaya. Polisi yang menerima laporan dari orang tua korban turun tangan melakukan penyelidikan.

Adriyansyah menyampaikan, korban berinisial S (12) warga Kecamatan Grobogan, dilaporkan meninggal dunia dengan kondisi memiliki luka lebam. Sebelumnya, bocah perempuan ini beberapa hari merasakan sakit di sekujur tubuhnya usai terima rapor sekolah, Sabtu (17/12) lalu, dan juga menghadiri acara ulang tahun temannya. Kondisi itu pun membuat orang tua membawa korban ke bidan dan dukun pijat.

Bahkan, karena tak kunjung sembuh dan malah semakin buruk kesehatannya, korban akhirnya dibawa ke rumah sakit pada Rabu (22/12). Namun korban dinyatakan meninggal dunia usai tiba di rumah sakit saat itu.

Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Grobogan pada Senin (27/12). Saat ini polisi belum bisa memastikan penyebab tewasnya korban ini dikarenakan penganiayaan atau hal lain.

(ams/rih)