Polisi Bongkar Makam Siswi SD Grobogan yang Tewas Diduga Dianiaya

Manik Priyo Prabowo - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 16:19 WIB
Polisi membongkar makam siswi SD di Grobogan yang tewas diduga dianiaya, Senin (17/1/2022).
Polisi membongkar makam siswi SD di Grobogan yang tewas diduga dianiaya, Senin (17/1/2022). Foto: dok. Polres Grobogan
Grobogan -

Polisi membongkar makam seorang siswi kelas VI SD di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang tewas setelah diduga dianiaya. Pembongkaran makam ini untuk keperluan autopsi.

Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi mengatakan polisi membongkar makam untuk mencari tahu penyebab kematian siswi tersebut.

"Benar ada pembongkaran. Kita selidiki dan tindak lanjut kasus dugaan penganiayaan siswi SD di Kecamatan Grobogan," kata Benny, Senin (17/1/2022).

Pembongkaran makam tersebut didampingi tokoh masyarakat, keluarga, TNI, dan tim dokter polisi. Saat dimintai konfirmasi, Kepala Bidang Dokter Kesehatan Polda Jateng Kombes Sumy Hastry Purwanti menjelaskan proses pemeriksaan jasad korban berlangsung sekitar 2 jam.

"Umur pemakaman 24 hari dan sebagian organ tubuh sudah rusak. Tapi masih bisa dilakukan pemeriksaan baik itu bagian fisik luar, organ tubuh maupun sel bagian tubuh korban," kata Sumy saat dihubungi.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswi kelas VI SD di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tewas setelah diduga dianiaya. Polisi yang menerima laporan dari orang tua korban kini turun tangan melakukan penyelidikan.

"Benar, pihak orang tua sudah melaporkan dan kasusnya masih kita dalami," kata Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Adriyansyah Ritas Hasibuan saat dihubungi wartawan, Kamis (30/12/2021).

Adriyansyah menyampaikan, korban berinisial S (12) warga Kecamatan Grobogan, dilaporkan meninggal dunia dengan kondisi memiliki luka lebam. Sebelumnya, bocah perempuan ini beberapa hari merasakan sakit di sekujur tubuhnya usai terima rapor sekolah, Sabtu (17/12) lalu, dan juga menghadiri acara ulang tahun temannya. Kondisi itu pun membuat orang tua membawa korban ke bidan dan dukun pijat.

Bahkan, karena tak kunjung sembuh dan malah semakin buruk kesehatannya, korban akhirnya dibawa ke rumah sakit pada Rabu (22/12). Namun korban dinyatakan meninggal dunia usai tiba di rumah sakit saat itu.

Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Grobogan pada Senin (27/12). Saat ini polisi belum bisa memastikan penyebab tewasnya korban ini dikarenakan penganiayaan atau hal lain.

"Kita dalami apakah pelaku merupakan anak di bawah umur atau rekan sekolah korban. Tunggu hasil penyelidikan selesai, karena banyak kemungkinan kenapa korban meninggal. Apalagi rentang waktu penganiayaan, sakit dan meninggal cukup lama," ujar Adriyansyah.

Menurutnya, polisi saat ini juga masih mendalami keterangan dari orang tua dan rekan korban.

"Rentang waktu kejadian penganiayaan, meninggal cukup jauh, sedangkan korban sudah dimakamkan. Baru sekitar sepekan laporan, ini cukup menyulitkan petugas. Karena kepolisian harus melakukan autopsi. Jika memang harus autopsi, maka makam anak atau korban akan dibongkar," tuturnya.

(rih/ams)