9 Fakta Mengejutkan soal Mayat Gadis Disimpan 2,5 Bulan di Rumah Pemalang

ADVERTISEMENT

Round-Up

9 Fakta Mengejutkan soal Mayat Gadis Disimpan 2,5 Bulan di Rumah Pemalang

Robby Bernardi - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 07:40 WIB
Anggota Mapolsek dan Muspika Moga seusai pemakaman mayat SAR (14)
Anggota Mapolsek dan Muspika Moga Pemalang seusai pemakaman jasad SAR (14). (Foto: dok Mapolsek Moga, Pemalang)
Pemalang -

Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dihebohkan oleh kabar adanya mayat seorang remaja perempuan, SAR (14), yang disimpan oleh keluarganya di rumah selama sekitar 2,5 bulan. Berikut ini 9 fakta terbaru yang dirangkum dari hasil liputan jurnalis detikcom di lapangan.

Kejadian yang Kedua

Sebelum menyimpan mayat anak perempuannya, SAR (14), keluarga di Dusun Sukatapa, Desa Plakaran, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, itu juga pernah melakukan perbuatan serupa.

"Ya sebelumnya juga terjadi hal serupa. Adik kandungnya (adik dari orang tua SAR) yang meninggal tidak segera dimakamkan. Yang kami tahu, (mayat itu) seminggu disimpan di rumah," kata Camat Moga, Umroni, saat ditemui detikcom di Mapolsek Moga, Selasa (11/1).

Tetangga Curiga

Upaya menyimpan mayat adik orang tua SAR (14) itu tidak berlangsung lama. Keluarga itu didesak warga sekitar agar segera menguburkan mayat tersebut karena menimbulkan bau busuk.

"Iya, dua kali ini (menyimpan mayat di rumah). Yang pertama (adik orang tua SAR) sudah lama, lebih dari setahun sepertinya," kata Ustaz Zaenuri, tokoh agama Desa Plakaran, saat ditemui detikcom di rumahnya, Selasa (11/1).

Rumah Terpencil di Pegunungan

Rumah keluarga SAR berada di daerah pegunungan wilayah Dusun Sukatapa, Desa Plakaran, Kecamatan Moga. Rumah itu berjarak puluhan meter dari rumah warga lain.

Karena rumahnya cukup jauh dari tetangga, Kapolsek Moga AKP Dibyo Suryanto mengatakan aktivitas keluarga SAR jarang terpantau oleh warga sekitar. "Tempatnya agak terpencil di daerah pegunungan, jauh dari lainnya," kata Dibyo saat ditemui detikcom di kantornya, Selasa (11/1).

Keluarga Dikenal Tertutup

Menurut Zaenuri, keluarga Prihati (36) dikenal tertutup alias jarang berinteraksi dengan tetangga. Prihati adalah ibu SAR. Sedangkan suami Prihati, Rahmad (38), dikabarkan merantau.

"Keluarga besarnya (Prihati) bertani. Karena tertutup inilah membuat warga tidak berani bertanya-tanya," kata Ustaz Zaenuri, tokoh agama di Desa Plakaran saat ditemui detikcom di rumahnya, Selasa (11/1).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...

Saksikan juga 'Polisi Selidiki Temuan Mayat Bayi di DIY Terkubur di Rumah Warga':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT