Pihak Terduga Pelaku Pemerkosaan Mahasiswi UMY Buka Suara!

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 16:27 WIB
Tim pengacara MKA saat memberikan keterangan terkait kasus yang menimpa kliennya
Tim pengacara MKA memberikan keterangan pers di kantornya. Foto: Jauh Hari Wawan S/detik.com
Yogyakarta -

Terduga pelaku pemerkosaan 3 mahasiswi UMY, MKA (OCD), membantah telah melakukan tindak pemerkosaan seperti yang dituduhkan. Hal itu diungkapkan oleh MKA melalui tim pengacaranya.

Salah satu tim pengacara MKA, Nasrullah Nurul Fauzi mengakui kliennya memang melakukan hubungan badan dengan 3 mahasiswi UMY itu. Pihaknya berdalih bahwa hubungan badan itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

"Bahwa benar klien kami mengakui adanya perbuatan hubungan badan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka atau mau sama mau tanpa adanya paksaan atau ancaman dari klien kami kepada ketiga terduga korban," kata Nasrullah ditemui di kantor Law Office Manggala & Partners, Jetis, Kota Yogyakarta, Senin (10/1/2022).

Menurutnya, apa yang dituduhkan oleh akun Instagram @dear_umycatcallers dan repost dari akun @hitz.umy terhadap kliennya tidak benar.

"Kami menyayangkan unggahan dari akun itu yang secara terang-terangan menuduh klien kami melakukan pemerkosaan hanya dari cerita ketiga terduga korban tanpa adanya konfirmasi dari klien kami serta alat bukti yang sah dan menguatkan," ucapnya.

Nasrullah melanjutkan, kedua akun itu tidak memiliki kewenangan untuk menyebut klien mereka sebagai pemerkosa. Selain itu, mereka menyayangkan adanya unggahan dari dua akun Instagram itu yang berisi tangkapan layar percakapan WhatsApp antara MKA dan terduga korban pertama dan kedua tanpa melihat isi keseluruhan percakapan tersebut.

"(Di postingan) Itu kan hanya berisi sepotong. Setelah kejadian itu masih ada hubungan (masih berkomunikasi) antara terduga korban dan MKA," ucapnya.

MKA melalui tim penasihat hukumnya juga menyampaikan permintaan maaf kepada ketiga terduga korban. Mereka juga menyampaikan jika MKA akan bersikap terbuka dan kooperatif untuk memberikan klarifikasi serta bersedia diperiksa oleh kepolisian.

"Bahwa klien kami akan bertanggung jawab atas perbuatannya, dan bersedia untuk diperiksa oleh kepolisian apabila ada laporan dari ketiga terduga korban terhadap klien kami," ucapnya.

MKA, lanjut Nasrullah, juga bermaksud untuk mengadakan mediasi kepada ketiga terduga korban guna menyelesaikan masalah ini.

"Kami sebagai tim penasihat hukum MKA (OCD) akan mendampingi klien kami dan akan bersifat kooperatif agar kasus ini bisa diselesaikan dengan baik," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, akun Instagram @dear_umycatcallers mengunggah adanya 3 dugaan pemerkosaan yang dilakukan salah seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berinisial MKA. UMY pun merespons hingga MKA di-DO dengan tidak hormat. Namun hingga saat ini kasus belum masuk ranah pidana karena para korban belum ada yang membuat laporan polisi.

(ahr/rih)