Rekonstruksi Kolonel Priyanto Cs, Ternyata Handi-Salsa Dibuang di Jembatan Ini

Arbi Anugrah - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 16:11 WIB
Rekonstruksi kasus tewasnya Handi-Salsa di Banyumas, Senin (3/1/2022).
Rekonstruksi kasus tewasnya Handi-Salsa di Banyumas, Senin (3/1/2022). (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas -

Kasus tewasnya sejoli Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) usai ditabrak tiga oknum TNI AD direkonstruksi hari ini. Ternyata TKP pembuangan kedua sejoli itu dilakukan di Jembatan Sungai Tajum, Desa Menganti, Banyumas.

"Rekonstruksi TKP kejadiannya di jembatan ini, alhamdulillah sudah bisa berjalan dengan baik kegiatan rekonstruksi, kemudian dilanjutkan di tempat yang lain berdasarkan keterangan," kata Komandan Kodim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra kepada wartawan di lokasi rekonstruksi, Banyumas, Senin (3/1/2022).

Tampak ketiga oknum TNI AD penabrak lari Handi dan Salsa dihadirkan di lokasi rekonstruksi. Mereka yakni Kolonel Inf Priyanto, Koptu Andreas Dwi Atmoko, dan Kopda Ahmad Sholeh.

Proses rekonstruksi dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB hingga pukul 14.25 WIB. Masyarakat dan warga sekitar dilarang mendekati jembatan sekitar 100 meter, bahkan jalan provinsi penghubung Banyumas-Cilacap di sekitar TKP rekonstruksi pun ditutup.

Pihaknya menerangkan ada beberapa reka adegan dalam rekonstruksi kasus ini. Namun, keterangan detail soal rekonstruksi kasus ini dilakukan oleh Puspomad.

"Kami lihat cukup banyak (reka adegan di Banyumas) tadi ada beberapa, tapi intinya kegiatan dilakukan di jembatan, TKP di jembatan. Saya tidak bisa memberikan jawaban yang lengkap siapa yang membuang, karena nanti dari hasil penyelidikan dan pengembangan akan disampaikan lebih lanjut. Kalau dilihat secara umum memang dibuangnya di sini," jelasnya.

Candra menerangkan TKP di Kabupaten Banyumas hanya digunakan untuk membuang sejoli Handi dan Salsa korban kecelakaan di Nagreg.

"Untuk selanjutnya kita belum tahu (rombongan Puspomad), kalau kegiatan yang di sini yang hanya di jembatan ini saja," ucapnya.

"Mungkin itu yang bisa kami sampaikan, karena memang secara rinci ada pihak-pihak yang berwenang yang akan menyampaikan, terutama untuk kegiatan dari adegan yang dilakukan," terang Candra.

Sementara itu, warga sekitar lokasi jembatan, Marsiti (60), mengaku dirinya tidak melihat ada kendaraan yang berhenti di jembatan Sungai Tajum. Biasanya warungnya selalu ramai hingga malam hari, dan selalu melihat jika memang ada kendaraan yang berhenti di jembatan.

"Tidak tahu juga, padahal biasanya di warung saya ramai, tutup sekitar jam 01.30 WIB. Biasanya ada warga yang pada main badminton jadi pada ngopi-ngopi di sini, kalau tidak anak anak muda, tapi tidak tahu ada kendaraan berhenti di sini," ujar Marsiti.

Simak video 'Tangan Diborgol, Kolonel Priyanto Cs Jalani Rekonstruksi Kasus Handi-Salsa':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)