ADVERTISEMENT

Kronologi Pria Pemalang Tewas Terseret Banjir Usai Sejam Panjat Pohon

Robby Bernardi - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 15:08 WIB
Petugas SAR menunjukan lokasi korban yang memanjat pohon di daratan yang berada di tengah Sungai Pemalang
Petugas SAR menunjukan lokasi korban yang memanjat pohon di daratan yang berada di tengah Sungai Pemalang. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Pemalang -

Seorang pria, Cipto (36), sempat hilang terseret banjir bandang setelah sempat satu jam menyelamatkan diri dengan memanjat pohon ditemukan tewas. Korban diketahui berada di ladang untuk mencari ikan di sungai sebelum hanyut terseret banjir bandang.

"Dari penuturan saksi-saksi, korban awalnya usai dari ladang. Usai dari ladang, korban mencari ikan di sungai. Saat itu belum ada tanda-tanda datangnya air dari hulu," kata korlap Operasi SAR BPBD Pemalang, Syamsul, saat ditemui detikcom di Balai Desa Pedagung, Pekalongan, Senin (03/01/2021).

Cipto juga diketahui sempat memanjat pohon untuk menyelamatkan diri sekitar satu jam. Nahas, dia ditemukan tewas usai terseret banjir bandang tersebut.

Berikut kronologi lengkapnya:

Sabtu, 1 Januari 2022

- Pukul 15.30 WIB
Syamsul mengungkap korban mulanya sedang menyeberang anak sungai menuju ke tengah sungai yang terdapat dataran yang ada pepohonan dan tanaman, tempatnya mencari ikan. Sesampainya di tengah sungai, mendadak muncul air dari bagian atas yang lama-kelamaan menjadi besar.

"Korban langsung menyelamatkan diri dengan cara naik ke salah satu pohon yang ada di pulau Sungai Polaga. Sambil berteriak-teriak, korban meminta tolong. Ada warga yang sempat merekam video juga, yang viral itu," jelas Samsul.

"Satu jam lebih, korban berada di pohon. Sebelum akhirnya ada warga yang berupaya evakuasi korban ke tengah sungai dengan menggunakan ban dalam (truk)," lanjutnya.

Setelah berupaya meminta tolong, ada tiga warga desa setempat yang berupaya menolong korban dengan menggunakan peralatan seadanya yakni ban dalam truk.

- Pukul 17.30 WIB
Warga yang bernama Agam (35 th), Sodikin dan Hermanto (Banbinsa Pedagung), mencoba menolong korban dengan menggunakan ban dalam truk.

"Sebetulnya korban sudah aman, saat dievakuasi ketiga warga. Korban sudah berada di ban dalam truk itu. Namun dalam perjalanan dari tengah menuju ke tepi sungai, korban bertambah panik, mengingat arus kian besar. Dikira korban kondisi sudah aman, korban meloncat dari ban, menuju ke tepian. Namun, tubuh korban justru terbawa arus sungai yang besar dan hanyut," kata Samsul.

Upaya pencarian korban pada Sabtu malam (1/1), terpaksa dihentikan karena kondisi gelap dan arus sungai besar.

Minggu, 2 Januari 2022

Upaya pencarian korban kembali dilanjutkan. Tim relawan ditambah Basarnas, BPBD, TNI dan Polri melakukan penyisiran hingga sampai Bendungan Sokawati di Ampelgading. Upaya pencarian masih nihil.

Senin, 3 Januari 2022

- Pukul 11.00 WIB
Jenazah korban akhirnya ditemukan di aliran Sungai Comal, tepatnya di Dusun Kedung Yom, Desa Tegalsari Timur, kecamatan Ampelgading, yang berjarak sekitar 20km dari titik korban hanyut.

Kapolsek Bantarbolang, Iptu Wahyudi Wibowo, mengatakan korban langsung dievakuasi ke rumah duka, untuk dilangsungkan prosesi pemakaman.

"Pihak keluarga korban menerima ini sebagai musibah. Korban langsung disucikan dan dimakamkan," kata Wahyudi Wibowo.

Lihat juga video 'Wanita di Palembang Ditemukan Tewas Usai Hilang Terseret Banjir':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT