ADVERTISEMENT

Round-Up

Fakta Terbaru Kasus Tari Erotis di Hotel Rembang Usai Pemeriksaan

Arif Syaefudin - detikNews
Rabu, 29 Des 2021 08:40 WIB
Rembang -

Pihak penyelenggara maupun penanggung jawab lokasi pesta dengan sajian tari erotis menjalani pemeriksaan di kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rembang.

Pesta tersebut digelar pada tanggal 23 Desember kemarin di Ballroom Hotel Gajah Mada yang berada di wilayah Kecamatan Kaliori, Rembang.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rembang, Sulistyono mengatakan, pemeriksaan telah dilakukan baik terhadap penyelenggara pesta, maupun penanggung jawab lokasi.

Dari keterangan para pelaku, mereka sendiri mengakui benar adanya pagelaran pesta tersebut.

"Kita periksa keduanya, pagi hari dimulai dengan penyelenggara pesta, dalam hal ini owner dari GnB kafe karaoke. Kemudian dari penanggung jawab lokasi, pihak hotel Gajah Mada. Intinya mereka memang membenarkan," jelas Sulistyono kepada wartawan, kemarin.

Tak lama usai pemeriksaan terhadap kedua pihak tersebut, tim dari Satpol PP Rembang pun langsung melakukan penyegelan terhadap lokasi acara, Hotel Gajah Mada.

"Berdasarkan pemeriksaan ppns kami, ternyata memang terbukti melakukan pelanggaran. Akhirnya memberikan rekomendasi kepada kami, karena melanggar Perda nomor 2 tahun 2019, untuk sementara kami segel," terang Sulis kepada wartawan di lokasi penyegelan.

Sulis menyebut, penyegelan dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan. Tergantung sikap kooperatif dari pihak manajemen atas kasus yang sedang dialaminya.

"Nanti kita lihat perkembangan lebih lanjut dari permasalahan ini. Karena permasalahan ini juga sudah viral sehingga untuk menjaga ketertiban umum masyarakat Rembang, terlebih menjelang perayaan malam tahun baru ini agar tetap kondusif," paparnya.

Sementara perwakilan Hotel Gajah Mada Rembang, Arman selaku marketing hotel, mengaku akan tetap kooperatif dengan keputusan Satpol PP Rembang.

"Hari ini ada 4 tamu, dari total 38 kamar yang ada. Sehingga nanti akan kami infokan kepada para tamu tersebut, sehingga besok bisa steril sesuai instruksi dari Satpol PP ini," akunya.

Terpisah, Gadis, sang penyelenggara pesta yang merupakan bos kafe karaoke GnB Rembang, mengaku dirinya pulang terlebih dahulu sebelum acara selesai. Sebab, ia merasa sakit pada mata akibat iritasi soft lens yang dipakainya.

"Adanya insiden sexy dance kemarin itu memang di luar batas kendali saya. Karena saat itu saya benar-benar sudah tidak berada di lokasi. Saat itu kan saya pakai soft lens, itu hancur, sehingga harus dilepas dan segera ditangani. Akhirnya saya meninggalkan tempat untuk istirahat itu," katanya kepada detikcom, Selasa (28/12).

(mbr/mbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT