Rusak Diterjang Banjir 2018, Proyek Jembatan Plompong Brebes Belum Kelar

Imam Suripto - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 10:38 WIB
ilustrasi jembatan roboh, jembatan pekanbaru, jembatan putus
Ilustrasi jembatan rusak. (Foto: Chaidir/detikcom)
Brebes -

Proyek jembatan di Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah yang rusak diterjang banjir pada 2018 molor. Selama tiga tahun akibat kerusakan jembatan itu, warga menggunakan jembatan darurat yang tidak bisa dilalui kendaraan roda 4 atau lebih.

"Jembatan di desa ini rusak disapu banjir. Selama ini menggunakan jembatan darurat untuk keluar masuk desa. Hanya roda dua yang bisa lewat, kalau mobil harus ambil jalur memutar lewat Cilibur Paguyangan. Jarak tempuhnya lebih jauh," ungkap Kades Plompong, Suyanto, Selasa (7/12/2021).

Suyanto mengatakan Jembatan Plompong merupakan akses utama bagi sebanyak 12 ribu warganya. Jembatan ini disebut juga menjadi akses utama pengiriman hasil bumi.

"Sejak pakai jembatan sementara, transportasi hasil bumi menggunakan jalur lain. Tapi makin jauh karena lintas kecamatan. Roda empat tidak bisa melalui jembatan itu," lanjutnya.

Menurutnya satu-satunya harapan warga desa untuk bisa kembali beraktivitas normal kembali yakni rampungnya proyek pembangunan Jembatan Plompong

"Warga yang akan beraktivitas termasuk anak sekolah pakainya jalur ini. Ini jalur tercepat yang ada di Desa Plompong. Kalau lewat jalan memutar bisa memakan waktu satu jam lebih. Warga sih pengin selesai tepat waktu biar aktivitas normal lagi," pungkasnya.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes, Sutaryono, mengatakan progres pembangunan Jembatan Plompong tergolong minus. Pekerjaan yang seharusnya sudah mencapai 78 persen pada tanggal 6 Desember 2021, tapi baru rampung 60 persen atau minus 18 persen.

"Pekerjaan ini harusnya selesai 100 persen pada akhir tahun ini," ujar Sutaryono.

Dinas PU Brebes, kata Sutaryono telah meminta kepada pihak pelaksana agar pekerjaan itu selesai sesuai masa kontrak, 28 Desember 2021. Soal keterlambatan dalam pengerjaan jembatan ini, kata dia ada beberapa kendala, antara lain belum dipasangnya material baja.

"Optimis bisa selesai. Keterlambatan karena ada material baja yang belum dipasang," katanya.

Lebih lanjut dia juga mengatakan selain Jembatan Plompong ada dua pekerjaan lain yang progresnya minus. Kedua proyek itu yakni pekerjaan Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) dan RSUD Ketanggungan.

"Kondisi sekarang KPT baru 25 persen per 6 Desember. Target 28 persen jadi minus 3 persen. Sampe dengan akhir tahun harusnya 40 persen. Kemudian RSUD Ketanggungan baru 83 persen dari target 92 persen. Akhir tahun harus 100 persen, minus 9 persen," pungkasnya.

Simak juga 'Seruakan Massa Udara Dingin Masih Pengaruhi Cuaca di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)