Menengok Eks Lokalisasi Gribig Kudus yang Kini Disulap Jadi Peternakan

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 18:39 WIB
Penampakan peternakan di lahan eks lokalisasi Gribig Kudus
Penampakan peternakan di lahan eks lokalisasi Gribig Kudus (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Sidi mengatakan ada aneka hewan ternak yang dipelihara di bekas lokalisasi itu. Mulai dari ayam, kambing, dan kerbau. Total sudah ada 16 peternak yang menggunakan lahan bekas lokalisasi tersebut.

"Itu ada 12 kandang kambing dan domba, rata-rata kambing ada 200-an ekor. Terus kerbau ada baru satu kandang. Terus ada kandang ayam petelur satu populasinya sekitar 1.500 ekor ayam," ungkap Sidi.

"Ini sekitar ada 16 an peternak, cuma ada beberapa kandang-kandang yang belum ditempati. Ada beberapa kandang yang belum diisi. Baru 16 peternak sementara," sambung dia.

Sidi menambahkan ke depan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus akan mendukung adanya sentra ternak bagi masyarakat desa. Tak hanya itu ke depan juga akan dikembangkan menjadi edu wisata bagi masyarakat.

"Kita support dengan pembinaan dengan kesehatan, terus ada produksi pakan yang bekas ternak. Kemudian kita salurkan ke sana untuk kelompok di sana. Nantinya di sana ada konsep edu wisata. Ada beberapa anggota kelompok yang usaha getuk goreng dan getuk pelangi. Limbah ketelanya dimanfaatkan untuk pakan ternaknya," ungkap Sidi.

Penampakan peternakan di lahan eks lokalisasi Gribig KudusPenampakan peternakan di lahan eks lokalisasi Gribig Kudus Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Diwawancarai terpisah, salah satu warga, Ragio (60) menuturkan peternakan di lahan lokalisasi itu dimulai sejak tahun 2020. Dia bersama belasan peternak lainnya mengembangkan ternak di bekas lokalisasi itu.

"Sekarang diubah menjadi peternakan. Saya punya domba ada 42 ekor. Harapannya nambah dan usahanya lancar," kata Ragio kepada wartawan ditemui di lokasi siang ini.

Ragio mengatakan bubarnya tempat lokalisasi di kompleks tersebut karena warga merasa geram. Hingga akhirnya warga melakukan aksi untuk membubarkan lokalisasi yang cukup dikenal oleh masyarakat pada tahun 1970-an.

"Dulunya ini tempat lokalisasi sekitar sejak tahun 1970 sampai dengan 1997 hancurnya itu karena warga protes pada demo. Dulunya bangunan berupa perumahan, ceritanya orangnya dari mana saja, dari Jakarta, Jepara, dulu orang-orangnya," ungkap dia.

"Dulu cukup dikenal luas, bahkan sampai Jakarta lah. Dulu orang mengenalnya tahu, kompleks Gribig Mojodadi," sambung dia.


(ams/ams)