Corona di Bantul Tambah 36 Kasus Sehari, Mayoritas dari Tracing Pelajar

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 14:23 WIB
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept
Ilustrasi Corona (Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7)
Bantul -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mencatat kemarin ada penambahan 36 kasus baru virus Corona (COVID-19). Dinkes Bantul menyebut mayoritas kasus tersebut dari hasil tracing 3 murid SMP di Bambanglipuro, Bantul.

Kepala Puskesmas Bambanglipuro dr. Tarsisius Glory mengatakan, dari 36 penambahan kasus tersebut 20 di antaranya berawal dari Kapanewon Bambanglipuro. Menurutnya, 20 kasus baru itu hasil dari tracing 3 murid SMPN 2 Bambanglipuro yang sebelumnya diswab acak sekolah.

"Jadi awalnya itu hanya dari tiga siswa SMPN 2 Bambanglipuro yang positif COVID-19," kata Glory saat dihubungi wartawan, Sabtu (27/11/2021).

Glory menjelaskan, dari tracing kontak erat keluarga salah seorang murid ditemukan ada 5 kasus positif Corona. Kasus ini diduga makin meluas, ketika orang tua positif COVID juga menggelar pengajian di Kalurahan Sidomulyo dan Kalurahan Mulyodadi.

"Sudah kita tracing semuanya dan hari ini hari terakhir swab PCR gelombang kedua untuk kontak tracing dari dua pengajian di Kalurahan Sidomulyo dan Mulyodadi," terang dia.

Glory mengaku belum bisa meyebutkan soal adanya kemungkinan klaster baru dari kasus ini. Mengingat penularan itu bermula dari 3 kasus hasil swab acak di SMPN 2 Bambanglipuro.

"Meski ini kontak tracing erat dari dua pengajian, nanti hasil keluar positif tidak bisa dikatakan klaster pengajian karena awalnya kan tertular dari siswa di SMPN 2 Bambanglipuro," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengakui adanya peningkatan kasus baru di wilayahnya. Namun, dia menilai semua kasus baru tidak ada yang bergejala.

"Semua paparan COVID-19 terakhir ini tanpa gejala," kata Halim.

Halim menyebut banyaknya kasus baru tanpa gejala karena efektivitas vaksinasi COVID-19. Untuk itu pihaknya terus menggencarkan vaksinasi hingga 100 persen.

"Mungkin ini karena efektivitas vaksinasi kita. Kendati demikian paparan tetap harus dicegah, dan sampai saat ini tidak ada laporan klaster-klaster baru," ucapnya.

"Apalagi saat ini capaian vaksinasi sudah 84 persen, dan kita akan terus genjot vaksinasi sampai 100 persen," lanjut Halim.

(ams/ams)