Minta Kenaikan UMK 10%, Massa Buruh Geruduk Kantor Bupati Demak

Mochamad Saifudin - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 13:53 WIB
Massa buruh geruduk kantor Bupati Demak tuntut kenaikan upah 10 persen, Kamis (25/112021).
Massa buruh geruduk kantor Bupati Demak tuntut kenaikan UMK 10 persen, Kamis (25/112021). (Foto: Mochamad Saifudin/detikcom)
Demak -

Massa buruh mendatangi kantor Bupati Demak meminta kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Demak sebesar 10 persen. Kedatangan buruh tersebut lantaran kenaikan UMK Kabupaten Demak 2022 yang sudah dibahas sebelumnya hanya disepakati naik 0,06 persen.

"Buruh minta kenaikan 10 persen, karena kebutuhan selama masa pandemi (COVID-19) ini, masker dan lainnya kita penuhi sendiri, bukan dari perusahaan," kata Ketua Aliansi Gerakan Buruh Demak (Gebrak), Jangkar Puspito, di depan gerbang Kantor Bupati Demak, Kamis (25/11/2021).

"Usulannya dari Rp 2.511.000 kita naik 10 persen jadi Rp 2.700.000," lanjut Jangkar.

Pantauan di lapangan siang ini massa menyampaikan aspirasi dengan dijaga aparat polisi dan Satpol PP. Mereka membawa spanduk dan gambar aspirasi di antaranya berbunyi 'Kenaikan 0,06 % Memiskinkan Buruh Demak', 'Turunkan Kadisnaker Demak Ora Cetho', 'BEBASKAN DARI Omnibus Law BURUH MERDEKA', 'DARI HATI Tolak PP 36!', dan 'GETUN AKU MILIH KOWE'.

Jangkar menjelaskan bahwa menurutnya Bupati Demak ingin menaikkan UMK 2022 di atas 0,06 persen, tapi terkendala karena bisikan struktural di bawahnya. Terlebih terkait surat edaran menteri.

"Bupati Demak sebenarnya ingin merubah angka sesuai dengan Omnibus Law itu 0,06 persen itu menjadi apa yang dia pikirkan, tapi batal. Karena beliau mendapatkan bisikan-bisikan dari struktural di bawahnya bidang ketenagakerjaan ini sepihak, dalam arti dia (Dinakerin) hanya menyampaikan bahwa kalau ada melanggar ini ada punishment dari surat edaran menteri. Kalau tidak sesuai ini ada perusahaan yang bangkrut, atau hal hal lain yang merugikan prestasi Bupati. Ada transfer uang APBN yang tidak akan bisa sempurna atau dikurangi," jelas Jangkar.

Seribu buruh Demak, lanjut Jangkar, akan melakukan aksi susulan apabila hingga Senin (29/11) mendatang tidak ada jawaban dari bupati.

"Ya, karena penetapan Gubernur Jateng ini sampai 30 November 2021, kita tetep berjuang sampai ketok palu Gubernur. Jadi kalau Senin besok kalau tidak ada jawaban dari Bupati, sampai hari itu kita akan turun aksi lagi. Dan kita akan menurunkan seribu personel untuk aksi di Kabupaten Demak," terangnya.

Sementara Plt Asisten II Setda Demak, M Agus Nugroho, yang menerima massa aksi mengatakan telah merekam semua usulan yang disampaikan para buruh hari ini. Agus berjanji akan menyampaikan hal tersebut kepada Bupati Demak.

"Semua yang telah disampaikan Mas Jangkar sudah saya rekam di dalam dan akan saya sampaikan nanti ke Bupati. Hari ini beliau ada dua kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan karena sudah diagendakan dan hari ini nanti setelah kami ketemu, insyaAllah kita sampaikan," jelas Agus didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Kapolres Demak, KaKesbangpol, dan Plt Asisten III.

Simak video 'Buruh: Kalau Ganjar Bisa Perjuangkan UMP, Layak Jadi Presiden':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)