Petugas gabungan di Kabupaten Pati mengamankan sedikitnya 23 orang pada dini hari tadi. Mereka kemudian digelandang ke Mako Satpol PP Pati.
Kepala Satpol PP Pati, Sugiyono, menyebut 23 orang tersebut di antaranya LC alias pemandu karaoke, pengunjung karaoke, dan pemilik kafe karaoke.
"Kami razia kafe karaoke. Kami temukan ada 23 pengunjung, pemandu karaoke, dan pemilik. Kami amankan mereka. Pagi ini kami bawa ke Mako Satpol PP untuk di-swab," kata Sugiyono kepada wartawan, Kamis (25/11/2021).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pantauan detikcom, warga yang terjaring di karaoke tersebut melakukan apel pagi untuk diberi pembinaan. Selanjutnya mereka menjalani tes swab.
Sugiyono menjelaskan Pemkab Pati sebelumnya telah menerbitkan aturan tentang pelarangan operasional kafe karaoke secara keseluruhan se-Kabupaten Pati. Namun, kali ini masih ada yang kedapatan membandel.
"Mestinya tidak ada aktivitas, karaoke tutup, tapi mereka masih aktivitas. Jadi kami bina. Sebagaimana regulasi yang ada, kami swab," terangnya.
Sugiyono menyebut banyak di antara mereka yang terjaring razia merupakan warga luar daerah. Di antaranya Temanggung, Wonosobo, dan Palembang.
"Mereka kami denda sesuai aturan baru. Pemilik karaoke Rp 5 juta. Pemandu lagu dan pengunjung, masing-masing Rp 1 juta," kata dia.
![]() |
Sugiyono mengatakan di antara mereka yang terjaring razia, masih ada enam orang yang belum divaksin COVID-19.
"Lima orang dari Pati dan satu dari Wonosobo. Mereka kami bawa ke Grha Dipo (Pati Medical Center Klinik Ultimate) untuk divaksin," pungkasnya.
Simak juga Video: Pengakuan Wartawati di Manado: Dipukul Satpol PP & Ditantang Berkelahi