Terpopuler Sepekan

Viral Video Bupati Banyumas Minta 'Dipanggil Dulu Sebelum OTT KPK'

Arbi Anugrah - detikNews
Minggu, 21 Nov 2021 09:46 WIB
Banyumas -

Video pernyataan Bupati Banyumas Achmad Husein menjadi viral. Video itu berisi harapan kepada KPK ada sebelum melakukan operasi tangkap tangan (OTT), sebelumnya kepala daerah lebih dulu dipanggil.

"Kami para kepala daerah, kami semua takut dan tidak mau di-OTT. Maka kami mohon kepada KPK sebelum OTT, mohon kalau ditemukan kesalahan, sebelum OTT kami dipanggil terlebih dahulu. Kalau ternyata dia itu mau berubah, ya sudah lepas gitu. Tapi kalau kemudian tidak mau berubah, baru ditangkap, Pak," ujar Husein dalam video berdurasi 24 detik itu.

Menanggapi hal itu, Ketua KPK Firli Bahuri menyarankan Bupati Banyumas Achmad Husein agar tidak takut berlebihan.

"Mari mengambil hikmah dari keberadaan rasa takut. Rasa takut memang dibutuhkan dan ada baiknya, untuk membuat seseorang mengukur perilaku baik dan buruk, dan mencegah berperilaku koruptif," kata Firli, Senin (15/11).

Ahmad Husein kemudian menulis klarifikasi terkait video itu melalui akun Instagram pribadinya @ir_achmadhusein. Dia mengawali pernyataannya dengan mengatakan video itu menampilkan cuplikan yang tidak lengkap dan meminta dirinya tak divonis secara tergesa-gesa berdasarkan video itu.

Menurutnya ada makna yang ingin dia sampaikan. Hussein mengatakan video itu diambil saat diskusi dalam ranah tindak pencegahan korupsi.

"Diadakan oleh korsupgah-koordinasi supervisi pencegahan. Bukan penindakan, yang namanya pencegahan kan ya dicegah bukan ditindak. Sebetulnya ada enam poin yang saya sampaikan,salah satunya tentang OTT," kata Husein.

Saat ditemui wartawan Senin (15/11), Husein juga mengatakan video tersebut diambil pada saat kegiatan diskusi dalam ranah tindak pencegahan yang diadakan oleh Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK di Semarang pekan lalu. Dia pun menjelaskan jika video tersebut ada bagian yang dipotong sehingga tidak lengkap.

"Itu videonya dipotong, di tengah-tengah juga videonya dipotong, bahwa ini harus ada pengembalian uang kerugian negara, saya bicara bisa dua kali lipat, tiga kali lipat, dimiskinkan, itu tidak keluar. Iya dipotong itu. Itu sebetulnya diskusi lalu pendapat atau usulan," kata Husein.

Dia mengatakan saat kegiatan tersebut juga ada Ketua KPK Firli Bahuri. Dalam kegiatan diskusi tersebut memang dilakukan secara tertutup.

"Saat di sana itu tertutup dan Pak Firli juga menyampaikan 'ini tidak ada wartawan ya'," ujar Husein.

Video tersebut awalnya diiposting di akun Instagram Ganjar Pranowo. Lalu kemudian, video tersebut tersebar dan viral setelah diposting di akun Instagram @lambeturah_official.

"Tapi nda apa apa, saya sudah komunikasi dengan Pak Ganjar, ya namanya Masyarakat, ya sudah biasa lah gitu, ada yang menyanjung, ada yang menghujat, ya dimaklumi saja," ucapnya.

(mbr/mbr)