Terpopuler Sepekan

Saat KSP Moeldoko Diteriaki hingga Diusir Massa Demo di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 21 Nov 2021 09:10 WIB
Semarang -

Kepala Staf Presiden, Moeldoko diusir dari Aksi Kamisan di Semarang yang merupakan aksi unjuk rasa penegakan masalah HAM. Bahkan Moeldoko tidak diberi kesempatan bicara.

Moeldoko ke Semarang dalam rangka sebagai pembicara di Festival HAM yang digelar di PO Hotel hari Kamis (18/11). Setelah itu ia bergeser ke Mal Paragon di sebelahnya untuk melihat Ormas-NGO Expo. Kemudian setelah mendapatkan informasi ada Aksi Kamisan di seberang mal, ia pun jalan kaki ke lokasi aksi.

Moeldoko berjalan bersama Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar. Massa ketika melihat Moeldoko langsung berteriak menyuarakan tuntutannya.

Ketika Moeldoko memegang microphone dan mengawali kata-kata dengan sapa, massa aksi langsung menolak.

"Ya, Teman-teman semuanya," kata Moeldoko mengawali dan langsung terpotong teriakan, "kami bukan teman Bapak," dari salah satu massa aksi.

Moeldoko masih berusaha memberikan pernyataan saat itu, namun lagi-lagi perkataannya disela. Kali ini Moeldoko diminta pulang

"Sudah, pulang saja," teriak peserta aksi.

Moeldoko pun mengurungkan niatnya berbicara di depan massa aksi dan kembali ke arah mobilnya di Hotel PO. Ia mengatakan menghormati aksi Kamisan tersebut.

"Aksi Kamisan ini kan bagian dari kebebasan berpendapat, yang juga bagian dari HAM. Kita hormati, kita datangi, dengarkan aspirasinya. Ini bukti Negara Pemerintah hadir," kata Moeldoko sembari berjalan.

Menurut Moeldoko, pemerintah tetap berupaya menyelesaikan permasalahan HAM di Indonesia. Moeldoko juga menjelaskan pernah mendampingi Presiden menemui peserta Aksi Kamisan di depan kantor Presiden.

"Saya mendampingi beliau pada acara Kamisan yang selalu ada di depan istana. Dipanggil, diajak berbicara, penekanan pada Jaksa Agung pada persoalan masa lalu, segera diberesin tapi juga kita harus fair ada hal-hal yang memang tidak mudah untuk diselesaikan persoalan HAM masa lalu. Tetapi kita pemerintah beri penekanan yang fair, kebijakan pembangunan nasional harus mengedepankan HAM dan lingkungan hidup," ujar Moeldoko.

Sementara itu Korlap aksi Kamisan, Azis Rahmad Ahmadi mengatakan sengaja tidak memberikan ruang bicara untuk Moeldoko. Menurutnya apapun yang akan diiucapkan tidak menuntaskan pelanggaran HAM.

"Tapi kita tidak memberi ruang dia berbicara karena dia berbicara tanpa ada realisasi tanpa negara mau mengakomodir menuntaskan pelanggaran HAM sama saja hanya bualan belaka," ujar Azis.

(alg/mbr)