Ganjar soal Viral Bupati Banyumas: Maksudnya Bukan OTT Dikasih Tahu

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 19:40 WIB
Ganjar Pranowo di Kudus, 3/11/2021
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat di Kudus (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku sudah mendapat klarifikasi langsung dari Bupati Banyumas Achmad Husein terkait video viral yang meminta KPK memberi tahu dulu soal operasi tangkap tangan (OTT). Ganjar pun menjelaskan maksud Husein tentang pernyataan kontroversial tersebut.

"Maksudnya itu bukan kalau OTT dikasih tahu, bukan. Bupati Banyumas kemarin klarifikasi ke saya, beliau menyampaikan bahwa maksudnya dikasih tahu pencegahannya dulu lah, jangan langsung di-OTT," kata Ganjar di kantornya, Senin (15/11/2021).

Ganjar menyebut pernyataan Achmad Husein itu disampaikan di hadapan Ketua KPK Firli Bahuri saat acara di Semarang. Menurut Ganjar, ketimbang memikirkan OTT, kepala daerah sebaiknya fokus di pencegahan korupsi.

"Maka kemarin saya sampaikan, ya tidak bisa, kita sendiri harus memperingatkan karena area rawan korupsi kita sudah tahu. Tapi bukan berarti kalau mau OTT dikasih tahu, kalau OTT dikasih tahu ya mlayu (lari)," ujarnya.

"Saya juga sampaikan ke Bupati, dari penjelasan KPK itu, ya kita sendiri sebenarnya yang harus mencegah. Bukan kita minta untuk dikasih tahu, tapi kita cegah diri kita jangan sampai masuk area itu. Kalau nekat ya buat saya itu harus ditangkap," imbuhnya.

Untuk diketahui, video 'dipanggil KPK dulu' sebelum OTT itu viral, salah satunya diunggah akun Instagram @lambeturah_official, Minggu (14/11) hingga akhirnya menjadi perbincangan. Akun Instagram Ganjar Pranowo juga mengunggah video tersebut.

Achmad Husein mengaku lebih banyak mengambil hikmah dari video viral tersebut. "Tapi nggak apa-apa, saya sudah komunikasi dengan Pak Ganjar, ya namanya masyarakat, ya sudah biasalah gitu, ada yang menyanjung, ada yang menghujat, ya dimaklumi saja," kata Husein, Senin (15/11).

Husein menjelaskan panjang lebar soal video tersebut, dan menegaskan video yang viral itu telah dipotong.

"Itu videonya dipotong, di tengah-tengah juga videonya dipotong, bahwa ini harus ada pengembalian uang kerugian negara, saya bicara bisa dua kali lipat, tiga kali lipat, dimiskinkan, itu tidak keluar. Iya dipotong itu. Itu sebetulnya diskusi lalu pendapat atau usulan," ujarnya.

Simak video 'Saran Novel ke Bupati Banyumas: Takut OTT? Ya Jangan Terima Suap':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/rih)