Pura Mangkunegaran soal Calon Terkuat MN X: Putra dari Permaisuri

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 15:11 WIB
Putra bungsu KGPAA Mangkunegara IX, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo usai pemakaman sang ayah di Astana Girilayu, Karanganyar.
GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo. (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Solo -

Suksesi kekuasaan di Pura Mangkunegaran segera dibahas usai peringatan 40 hari wafatnya KGPAA Mangkunegara IX malam ini. Nama GPH Bhre Cakrahutomo Wirasudjiwo pun menguat untuk meneruskan takhta ayahnya.

Hal tersebut disampaikan secara eksplisit oleh Wedhana Satrio Pura Mangkunegaran, Lilik Priarso Tirtodiningrat. Meski tidak menyebut nama, Lilik mengatakan putra prameswari atau permaisuri seharusnya lebih diutamakan. Sedangkan GPH Bhre merupakan anak KGPAA Mangkunegara IX dari pernikahannya dengan Prisca Marina Yogi Supardi yang menjadi permaisuri.

"Kita itu penerus dari Mataram, jadi harus patriliniear, jalur laki-laki karena sebagai imam. Dan kalau ada putra laki-laki dari prameswari (permaisuri) ya dari prameswari," kata Lilik saat dijumpai di Pura Mangkunegaran, Jumat (19/11/2021).

Dia menampik pernyataan orang yang menyebut Mangkunegaran tidak memiliki aturan baku dalam memilih sosok penguasa. Tradisi terkait suksesi menurutnya dapat dibaca dalam sebuah kitab.

"Orang ngomong seenaknya sendiri katanya kok Mangkunegaran tidak ada aturan baku, itu bukan orang Jawa. Orang Jawa punya paugeran (aturan)," ujar dia.

"Dan kalau kurang jelas lagi kenapa harus putra prameswari. Kalau bisa mengupas ada Serat Paliatmo di perpustakaan ada, isinya bagaimana monggo bisa dibaca sendiri," imbuhnya.

Menurutnya, suara di luar Mangkungkunegaran tidak akan mempengaruhi penentuan penerus takhta. Keluarga pun tetap akan membahas siapa yang akan menjadi Mangkunegara X.

"Meskipun nanti urutannya seperti itu (diutamakan putra prameswari), keluarga diajak rembugan. Nanti apapun hasilnya kami hanya akan melaksanakan perintah," tutupnya.

(sip/mbr)