5 Hari Terputus Longsor, Jalan Kabupaten di Kulon Progo Sudah Bisa Dilewati

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 13:21 WIB
Longsor yang memutus akses jalan kabupaten di Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo, DIY, mulai dibersihkan dengan alat berat, Kamis (18/11/2021). Alat berat itu untuk mempercepat proses pembersihan.
Longsor yang memutus akses jalan kabupaten di Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo, DIY, mulai dibersihkan dengan alat berat, Kamis (18/11/2021). Alat berat itu untuk mempercepat proses pembersihan. (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo -

Ruas jalan kabupaten di Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang sempat tertutup longsor kini sudah bisa dilewati kendaraan bermotor. Pembersihan material dengan alat berat masih berlangsung di ruas yang bertempat di Dusun Kembang, Kalurahan Jatimulyo, hingga saat ini.

"Info terkini, bahwa ruas Gunung Kelir-Kutogiri dalam proses pembukaan sudah hampir bisa dilewati. Kalau untuk akses sepeda motor sama pejalan kaki sudah bisa. Kalau untuk akses roda empat kemungkinan sudah bisa nanti sore," ungkap Dukuh Kembang, Sarija, saat dihubungi wartawan, Jumat (19/11/2021).

"Namun berhubung saat ini hujan, alat berat tetap bekerja, tetapi pengguna jalan harus waspada dan hati-hati karena sangat licin," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, tanah longsor terjadi di kawasan Perbukitan Menoreh Kulon Progo, tepatnya wilayah Dusun Kembang, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, pada Senin (15/11) siang. Akibatnya jalan kabupaten sebagai akses utama warga sekaligus jalur utama menuju kawasan wisata air Terjun Kedung Pedut dan sekitarnya tak bisa dilewati.

Adapun pembersihan menggunakan alat berat dilakukan pada Rabu (17/11). Ada satu unit alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo yang dikerahkan.

Rencananya akan ada bantuan alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) yang sekarang masih difokuskan penggunaannya di Bantul dan Gunungkidul.

Bantuan alat berat itu dibutuhkan untuk mempercepat proses pembersihan. Sebab jika hanya mengandalkan satu alat berat milik DPUPKP bakal memakan waktu lama lantaran ukuran alat yang digunakan saat ini tergolong kecil.

Di sisi lain ketebalan tanah yang menutupi jalan itu mencapai dua sampai tiga meter, dan panjang jalan yang tertutup sekitar 40 meter.

(sip/rih)