Percaya Tak Percaya, Konon Ada Wayang Berbahan Kulit Manusia di Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 17:49 WIB
Di balik keindahan karya seni wayang kulit yang merupakan peninggalan leluhur, ada perjuangan pilu para penatah.
Ilustrasi. Wayang kulit. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Solo -

Asal-usul wayang kulit menjadi perbincangan setelah perusahaan sepatu Adidas sempat menyebutnya sebagai kebudayaan Malaysia. Jauh sebelum Republik Indonesia berdiri, wayang kulit disebut sudah eksis di Pulau Jawa bahkan konon ada yang berbahan kulit manusia.

Di antaranya Keraton Kasunanan Surakarta sudah menciptakan berbagai wayang termasuk jenis wayang kulit. Dalang dari keluarga Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Benowo, bahkan menyebut wayang sudah ada sebelum masa kerajaan Islam. Kemudian wayang terus berkembang sampai era Keraton Kasunanan Surakarta.

"Jauh sebelum republik ini berdiri wayang sudah ada, bahkan sebelum Keraton Kasunanan Surakarta ada. Saya pernah baca, di zaman Kerajaan Kediri itu juga sudah ada wayang," kata Benowo saat dihubungi detikcom, Selasa (16/11/2021).

Hingga kini, ada sejumlah koleksi wayang kulit kuno milik keraton yang masih tersimpan, antara lain wayang Kyai Pramukanya. Wayang ini dibuat sekitar tahun 1700-an.

"Yang tertua mungkin Kyai Pramukanya, Kyai Kanyut. Wayang di keraton ini berbeda dengan lainnya, menurut saya dibuat dengan proses sempurna, sehingga awet sampai sekarang," kata dia.

Kemudian ada juga wayang kulit legendaris yang konon terbuat dari kulit manusia, yakni Kyai Kadung. Namun Benowo tidak mengamini cerita tersebut.

"Cerita itu bisa saja benar, bisa saja salah. Apa iya kok rasanya kejam sekali, saya tidak bisa membayangkan," ujarnya.

Benowo mengaku pernah memainkan wayang Kyai Kadung tersebut di tahun 1995. Benowo menyebut dirinya adalah satu-satunya putra mendiang Raja Pakubuwono XII yang pernah memainkan wayang Kyai Kadung.

"Saya satu-satunya putra sinuhun yang boleh memainkan. Itu tahun 1995, saat peringatan kenaikan tahta yang ke-50," katanya.

Meski mendalang dengan wayang kuno, Benowo menyebut tidak ada kendala saat memainkannya. Dia pun mengaku tak perlu melewati banyak prosesi ritual.

"Kebetulan kan saya putra sinuhun (PB XII). Yang meminta kan juga sinuhun, yang menguasai keraton, jadi tidak melewati prosesi yang rumit," kata dia.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...