Penampakan Tumpukan Sampah Menggunung di Sungai Jaranan Kudus

Penampakan Tumpukan Sampah Menggunung di Sungai Jaranan Kudus

Dian Utoro Aji - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 13:26 WIB
Penampakan tumpukan sampah yang menggunung di Sugai Jaranan Kudus, Senin (15/11/2021).
Penampakan tumpukan sampah yang menggunung di Sugai Jaranan Kudus, Senin (15/11/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Sampah menumpuk di Sungai Jaranan Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Jawa Tengah. Padahal di lokasi terdapat poster larangan membuang sampah sembarangan.

Pantauan di lokasi sampah menumpuk di sepanjang Sungai Jaranan, hari ini. Sampah memanjang sekitar 10 meter. Sampah terdiri dari batang bambu dan sampah rumah tangga.

Padahal sisi atas jembatan terdapat larangan membuang sampah. Bahkan jika membuang sampah sembarangan akan mendapatkan sanksi. Meski demikian, terdapat juga tumpukan sampah rumah tangga yang dibungkus plastik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang warga Indris mengatakan tumpukan sampah tersebut sejak sepekan ini. Menurutnya sampah tersebut merupakan sampah bambu berasal dari kiriman wilayah Gunung Muria. Namun tidak dipungkiri ada warga yang masih membuang sampah sembarang di lokasi tersebut.

"Sejak hujan kemarin deras, seminggu yang lalu. Tepi-tepi pasti ada, kan pada ambil bambu pada ikut. Dari permukiman warga jurusan Desa Besito Kecamatan Gebog," ungkap Indris kepada wartawan di lokasi, Senin (15/11/2021).

ADVERTISEMENT

Menurutnya tidak jarang warga yang melintas di jembatan tersebut membuang sampah. Padahal kata dia, sudah ada poster larangan membuang sampah di tempat tersebut.

"Belum lagi ditambah sampah warga yang lewat yang membuang sampah," jelasnya.

Diwawancara terpisah, Kepala Desa Prambatan Lor, Teguh Budi Handoyo, menjelaskan tumpukan sampah tersebut terjadi setiap awal musim hujan. Terlebih kondisi sungai dangkal dan jembatannya perlu diperbaiki.

"Sering terjadi setiap awal hujan yang deras, masalahnya satu yang di utara jurusan ke sungai itu banyak bambu. Karena sungai tersebut saya minta aset kemarin berupa sungai besar dibersihkan kayak Kali Gelis," kata Teguh ditemui di kantor Balai Desa Prambatan Lor siang ini.

Menurutnya sampah tersebut merupakan kiriman dari wilayah bagian utara. Sampah tersebut menyumbat di sungai tersebut yang mengalir ke Sungai Jeratun Seluna. Pemdes juga telah mengusulkan untuk perbaikan jembatan, tapi direncanakan baru akan direalisasikan tahun depan.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...

"Itu sampah kiriman, kalau sungai mau banjir dari utara lari ke sana. Karena di situ stok sampahnya," ujar dia.

"Kita berupaya untuk pembangunan tersebut, kita sudah ketemu dengan semua kepala desa dan pak bupati dan ada juga LH (Dinas Lingkungan Hidup). Instruksinya rencana 2022 akan dibangun tahun depan," sambung dia.

Teguh menambahkan terkait dengan poster larangan membuang sampah, nyatanya masih ada warga yang membuang sampah sembarangan. Dia mengaku mengetahui identitas warga membuang sampah di tempat tersebut. Warga yang membuang sampah sembarangan pun sudah dipanggil ke Kantor Desa Prambatan.

"Kita mencoba merawat, konfirmasi kepada warga sampai kita tulis seperti itu ya masih ada seperti sampah. Yang pernah ketahuan saya beri sanksi penyuluhan dulu," kata dia.

Halaman 2 dari 2
(sip/mbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads