9 Siswa Positif Corona, PTM SMAN di Wates Kulon Progo Disetop

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 16:21 WIB
Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati
Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo -

Satgas COVID-19 Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di salah satu SMAN di Kapanewon Wates. Hal ini dilakukan usai adanya temuan sembilan siswa yang terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19) saat dilakukan tes swab PCR massal hari ini.

"Hari ini ada tiga sekolah yang kita sasar yakni di wilayah Temon, Wates dan Kalibawang. Hasil yang sudah keluar dari pemeriksaan swab PCR, untuk wilayah Temon, di SD ada 34 sampel seluruhnya negatif," ungkap Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, dalam jumpa pers di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, Rabu (10/11/2021).

"Untuk di Kalibawang, SD juga sebanyak 33 siswa, hasilnya belum keluar. Sedangkan untuk wilayah Wates yang dijadwalkan tingkat SMA ada sembilan positif dari 87 sampel," sambungnya.

Baning mengatakan Dinkes Kulon Progo bersama Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) sudah berkoordinasi dengan sekolah yang bersangkutan terkait penghentian sementara PTM di sekolah tersebut pagi tadi. Keputusan ini mengacu pada pedoman pelaksanaan Surveilans PTM di mana hasil positivity rate yang mencapai lebih dari 5 persen, maka kegiatan PTM ditiadakan untuk sementara.

"Sesuai pedoman tadi, sembilan yang positif dari 87 artinya kan kurang lebih 10 persen ya. Karena itu PTM tidak dilaksanakan dulu selama 15 hari ke depan. Jadi pembelajaran kembali ke daring ya," ucapnya.

"Penghentian ini hanya berlaku bagi sekolah itu saja, untuk sekolah lain yang hasilnya negatif masih tetap diperbolehkan menggelar PTM," lanjutnya.

Baning menjelaskan sembilan siswa yang terkonfirmasi positif itu berstatus orang tanpa gejala (OTG) dan berasal dari sejumlah kapanewon (kecamatan), antara lain Nanggulan, Pengasih, Wates, Sentolo dan Kokap. Para siswa ini telah diminta untuk menjalani isolasi mandiri.

"Dari sembilan anak, kita baru bisa melakukan tracing terhadap tiga anak. Dari situ kita dapati ada 126 kontak erat, meliputi semua teman satu kelas dan guru yang berinteraksi dalam tiga hari terakhir," ucapnya.

Selengkapnya di halaman berikut...