Pengakuan Pelaku yang Dorong Teman Jatuh dari Lantai 6 Hotel Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 16:05 WIB
Jumpa pers kasus pria tewas akibat jatuh dari lantai 6 hotel di Semarang akibat didorong teman, Polrestabes Semarang, Rabu (10/11/2021).
Jumpa pers kasus pria tewas akibat jatuh dari lantai 6 hotel di Semarang akibat didorong teman, Polrestabes Semarang, Rabu (10/11/2021). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Kota Semarang -

Polisi menggelar jumpa pers kasus tewasnya Cristopher Bobby (24) usai jatuh dari lantai 6 hotel di Semarang, Jawa Tengah, akibat didorong temannya. Pelaku yakni M Alfreandi (23) dihadirkan dan menyampaikan sejumlah pengakuan.

"Sebelumnya kami seperti perpisahan. Terus merasa sudah tidak kondusif, kami berempat putuskan menginap di Hotel Grand Candi, istirahat. Sampai di situ almarhum mandi terus gantian saya," kata Alfreandi kepada wartawan di Mapolrestabes Semarang, Rabu (10/11/2021).

Alfreandi kemudian menyebut korban sempat mengintip saat dia mandi. Saat itulah, dia yang jengkel kemudian menutup pintu dengan keras dan mengenai pelipis korban hingga terluka.

Usai mandi, Alfreandi mengaku, dirinya duduk di kasur lalu perselisihan terjadi antara dia dan korban. Menurutnya, korban sempat menerjang dirinya.

"Soal lompat (berusaha menimpa), kurang tahu alasannya. Yang asli korban menerjang saya, saya dorong menghindari timpaan dia dan ternyata ke jendela kaca. Saya kurang tahu kenapa nimpa tapi ada sedikit perdebatan tentang pelipisnya yang lecet karena saya," ujarnya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, menambahkan polisi awalnya mendapat informasi korban sengaja lari dan menubruk kaca hingga terjatuh dari lantai 6 hotel. Namun tim Resmob Polrestabes Semarang akhirnya menguak kebenarannya.

"Informasi awal korban terpengaruh alkohol tanpa sengaja terjatuh bahkan awalnya informasi bunuh diri korban sengaja melompat," kata Irwan.

Dalam kesempatan yang sama, Kanit Resmob Polrestabes Semarang, Iptu Wendi, mengatakan fakta akhirnya terungkap setelah polisi menginterogasi tersangka.

"Waktu di awal, pelaku belum terbuka, jadi (keterangan) dibiaskan. Disampaikan pertama kali demikian. Kita coba interogasi ternyata tersangka ada dorongan ke korban," jelas Wendi.

Pelaku kini dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana atau Pasal 359 KUHPidana tentang tindak pidana pembunuhan atau karena kealpaannya menyebabkan matinya orang dengan ancaman 12 tahun penjara.

Lihat juga Video: Polisi Ungkap Peran 2 Pelaku dalam Pembunuhan Pria di Hutan Kota Bekasi

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)