Mengenal Pocut Meurah, Pejuang Wanita Aceh yang Diusulkan Ganjar Jadi Pahlawan

Febrian Chandra - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 14:37 WIB
Blora -

Di tengah peringatan Hari Pahlawan pada 10 November, terdapat usulan agar pejuang wanita dari Aceh Pocut Meurah Intan menjadi Pahlawan Nasional. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berziarah dan bercerita tentang sosok Pocut Meurah Intan yang pemberani dan tangguh.

"Untuk kaum perempuan sendiri, beliau ini luar biasa, keluarga dari Kesultanan berani melawan Belanda sampai dikejar-kejar. Sampai dikatakan ini perempuan paling tangguh. Sampai disiksa, dipukul kepalanya sampai retak, sini (dada) sampai kaki," kata Ganjar Pranowo kepada wartawan saat berziarah di makam Pocut Meurah Intan, Selasa (9/11/2021).

Kondisi makam Pocut Meurah Intan sempat memprihatinkan. Makamnya sangat sederhana tidak menggambarkan sebagai makam pejuang pada umumnya.

"Sore ini saya ajak adik-adik mahasiswa dan masyarakat Aceh yang ada di Jawa Tengah untuk ziarah ke makam Pocut Meurah Intan. Nama Pocut ini disematkan menjadi nama asrama mereka di Semarang. Menurut saya beliau ini adalah pahlawan, sosok perempuan hebat yang berani melawan penjajahan Belanda hingga diasingkan di Blora dan dimakamkan di kompleks makam keluarga R Ng Dono Muhammad ini," ucap Ganjar.

Makam Pocut Meurah Intan di kompleks permakaman Tegalsari, Blora, Rabu (10/11/2021).Makam Pocut Meurah Intan di kompleks permakaman Tegalsari, Blora, Rabu (9/11/2021). (Foto: Febrian Chandra/detikcom)

"Tadi juga kita menerima surat pernyataan persetujuan dari teman-teman Aceh yang ada di Jawa Tengah agar bisa kita usulkan menjadi pahlawan nasional. Akan lebih baik kita usulkan saja dari Jawa Tengah. Jadi tokoh dari Aceh yang berjuang untuk Indonesia kita usulkan dari Jawa Tengah jadi pahlawan nasional," ungkap Ganjar.

Ganjar mengaku akan menata kawasan makam bersama Pemkab Blora sebagai bentuk tanda penghormatan kepada mendiang Pocut Meurah Intan yang meninggal tahun 1937 silam.

"Tidak usah lama-lama, nanti malam ada paparan. Kita akan bangun, benahi yang layak lah makam ini. Ini bisa selesai cukup saya bersama dengan pak Bupati," terangnya.

Diwawancara terpisah, Bupati Arief Rohman mendukung Pocut Meurah Intan bisa dinyatakan sebagai pahlawan nasional. Menurutnya kepahlawanan Pocut merupakan kebanggaan warga Blora.

"Suatu kebanggaan bagi warga Blora, begitu juga warga Aceh ketika Pocut ini bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Kami sangat mendukung," ucap Bupati.

Penggelola permakaman Tegalsari, Jamil, mengungkapkan kisah perjuangan Pocut. Pocut Meurah Intan merupakan puteri keturunan keluarga bangsawan dari kalangan kesultanan Aceh. Ayahnya Keujruen Biheue. Sedangkan Pocut Meurah merupakan nama panggilan khusus bagi perempuan keturunan keluarga Sultan Aceh.

Pengelola makam mengisahkan pejuang wanita asal Aceh Pocut Meurah Intan, Blora, Rabu (10/12/2021).Pengelola makam mengisahkan pejuang wanita asal Aceh Pocut Meurah Intan, Blora, Rabu (10/12/2021). (Foto: Febrian Chandra/detikcom)

Dalam catatan Belanda, kata Jami, Pocut Meurah Intan termasuk tokoh dari kalangan kesultanan Aceh yang paling anti-Belanda. Jamil menyebut hal ini di sebutkan dalam laporan kolonial 'Kolonial Verslag tahun 1905', bahwa hingga awal tahun 1904, satu-satunya tokoh dari kalangan kesultanan Aceh yang belum menyerah dan tetap bersikap anti-Belanda adalah Pocut Meurah Intan.

Semangat Intan yang teguh anti-Belanda kemudian diwariskannya pada putra-putranya sehingga mereka pun ikut terlibat dalam kancah peperangan bersama-sama sang ibu dan pejuang-pejuang Aceh lainnya.

Simak kisah selengkapnya di halaman berikutnya...