ADVERTISEMENT

Ramai Suksesi Mangkunegaran, Pengamat Sejarah Ingatkan Jasa Punggawa Baku

Ari Purnomo - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 19:22 WIB
Pura Mangkunegaran menggelar peringatan 40 hari wafatnya KGPAA Mangkunegara IX, Senin (20/9/2021).
Pura Mangkunegaran menggelar peringatan 40 hari wafatnya KGPAA Mangkunegara IX, Senin (20/9/2021). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo -

Suksesi Mangkunegaran memunculkan dua nama yang berpeluang menggantikan Mangkunegara IX yakni GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara dan GPH Bhre Cakrahutomo Wirasudjiwo.

Pengamat sejarah dan budaya, R Surojo, mengatakan bahwa siapapun yang akan terpilih ada hal yang perlu menjadi perhatian Mangkunegara X.

"Mangkunegara ke X tidak boleh melupakan jasa para pahlawan yang kita kenal Punggawa Baku Kawandasa yang rata-rata mereka diberi gelar oleh pangeran Sambernyawa atau Mangkunegara I," kata Surojo kepada detikcom, Rabu (3/11/2021).

Punggawa Baku Kawandasa itu mendapatkan nama Jaya, lanjutnya, seperti Jaya Mursito, Jaya Tilarso, Jaya Hutomo, Jaya Pagewaja dan lainnya.

Dia menambahkan, selama ini keberadaan makam Punggawa Baku seakan sudah terlupakan. Hal ini karena sangat jarang diziarahi oleh Mangkunegara.

"Salah satunya adalah Jaya Pagerwaja, makamnya akan terkena proyek embung atau waduk di wilayah Karanganyar. Mestinya Mangkunegara yang terpilih memikirkan itu, minimal menziarahi makam-makam para pahlawan itu," ungkapnya.

Dalam hal ini, Surojo menyampaikan, dirinya mewakili keturunan Punggawa Baku serta juru kunci makam-makamnya. Di mana, perhatian dari Mangkunegara sudah berkurang.

"Para keluarga Punggawa Baku tidak akan mempermasalahkan siapa yang dipilih, tapi yang dipermasalahkan adalah perhatian, sumbangsih Mangkunegara yang terpilih terhadap makam-makam para pahlawan ini," ucapnya.

Antara lain, lanjutnya, di Simo Boyolali, Bangak, Banyudono, di Sawit, Kaliwungu, Wonogiri, Karanganyar, Klaten dan lainnya.

"Menjadi keprihatinan para keturunan Punggawa Baku, perhatian Mangkunegara masih kurang. Ada keluhan dari salah satu juru kunci Jaya Tilarso dan Jaya Mursito, di Krisik, Boyolali. Merasa kok kurang perhatian, kurang diziarahi, paling tidak diziarahi," tutur Surojo.

Terlebih makam Jaya Pagerwaja terancam tenggelam karena proyek embung. Menurutnya, sudah menjadi kewajiban Mangkunegara untuk memindahkan makam tersebut sebelum terlambat.

"Yang memiliki keluarga kan Mangkunegara, bisa dipindah ke Boyolali kan bisa. Kalau itu tergenang embung kan tidak bisa lagi (dipindahkan). Sebelum itu terjadi kan dipindah, itu kewajiban Mangkunegara," urainya.

"Tanpa Punggawa Baku Kawandasa, saya rasa mustahil Pangeran Sambernyawa mengalahkan lawan-lawannya, Belanda. Sulit rasanya mengalahkan Belanda, walaupun terkenal sekali perang membunuh 300 Belanda. Tapi dalam hal ini peranan Punggawa Baku sangat besar, mereka adalah pasukan inti yang punya basis massa punya basis logistik," pungkasnya.

(rih/ams)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT