Suksesi Mangkunegaran

Kawula Muda Mangkunegaran Ingin Paundra dan Bhre Bersatu

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 18:06 WIB
Himpunan Kawula Muda Mangkunegaran (HKMM) menyatakan sikap terkait penerus takhta KGPAA Mangkunegara IX, Solo, Rabu (3/11/2021).
Himpunan Kawula Muda Mangkunegaran (HKMM) menyatakan sikap terkait penerus takhta KGPAA Mangkunegara IX, Solo, Rabu (3/11/2021). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo -

Sejumlah pemuda yang menamakan diri sebagai Himpunan Kawula Muda Mangkunegaran (HKMM) menyatakan sikap mereka terkait penerus takhta KGPAA Mangkunegara IX. Mereka ingin kedua putra Mangkunegara IX bersatu.

Meski keduanya diharapkan bersatu, HKMM ingin putra tertua Mangkunegara IX, GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara menjadi Mangkunegara X. Sementara GPH Bhre Cakrahutomo Wirasudjiwo menjadi wakilnya, yakni sebagai Pangeran Prangwedana.

Para pemuda ini mengenakan kaus hijau-kuning, warna khas Mangkunegaran. Pada kaus mereka tergambar wajah Mangkunegara IX beserta dua putranya, Paundra dan Bhre.

Mereka memulai aksi dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan di bawah patung proklamator kemerdekaan RI, Sukarno, depan Stadion Manahan Solo. Kemudian salah satu peserta aksi membacakan surat permohonan yang ditujukan kepada prameswari Mangkunegara IX, Gusti Kanjeng Putri Prisca Marina.

"Semoga Gusti Kanjeng Putri bersama Kerabat Pura Mangkunegaran berkenan menjadikan GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara sebagai Mangkunegara X berdampingan dengan GPH Bhre Cakrahutomo Wirasudjiwo sebagai Pangeran Prangwedana," kata koordinator aksi, Krisna Bunga Wardani, dengan bahasa Jawa, Rabu (3/11/2021).

Mereka menutup aksi dengan meneriakkan nama Paundra dan Bhre. "Paundra... Yes. Paundra... Yes. Bhre... Yes," teriak para peserta.

Usai aksi, Bunga menjelaskan bahwa Paundra dan Bhre sama-sama memiliki kecakapan untuk memimpin Mangkunegaran. Namun Paundra dinilai lebih tepat menjadi Mangkunegara X karena merupakan anak pertama.

"Kalau Paundra kita ingin istilahnya sebagai raja, sedangkan Bhre sebagai istilahnya perdana menteri. Karena menurut kami seharusnya digantikan anak pertama, namun keduanya memang cakap, pantas memimpin Mangkunegaran," ujarnya.

(rih/rih)