Racun Kakak Ipar Tewaskan Hani di Klaten, Begini Pengakuan Kejam Tersangka

ADVERTISEMENT

Racun Kakak Ipar Tewaskan Hani di Klaten, Begini Pengakuan Kejam Tersangka

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 14:34 WIB
Klaten -

Hani Dwi Susanti (30) meninggal setelah minum minuman yang telah dicampur racun oleh kakak ipar, Sarbini (43), di Klaten, Jawa Tengah. Begini pengakuan tersangka yang kini sudah diamankan polisi.

"Sasaran saya cuma Sigit (Sigit Nugroho (39), suami Hani). Pokoknya niat saya cuma meracuni Sigit," kata Sarbini saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Klaten, Rabu (3/11/2021).

Sarbini mengatakan awalnya punya niat menghabisi Sigit setelah sebelumnya cekcok. Dia menyebut Sigit sempat mengancamnya.

"Saya diancam Sigit. Saya mau dibunuh," ucap Sarbini.

Karena merasa diancam itulah, Sarbini kemudian punya niat menghabisi Sigit. Sebab selama ini dirinya kerap ribut dengan Sigit.

"Ya sering ribut. Masalahnya ya masalah keluarga, nggak soal warisan," sebut Sarbini.

"Ada juga masalah keluarga. Masalahnya istriku dibonceng sama Sigit," katanya.

Sarbini mengatakan, dirinya sakit hati sebab istrinya dibonceng suami korban. Padahal antara istrinya dan Sigit itu bukan saudara kandung.

"Dibonceng sama Sigit, padahal sama-sama anak angkat. Itu (bonceng) sudah agak lama," sambung Sarbini.

Sarbini mengakui cemburu dengan kejadian tersebut. "Ya cemburu. Itu masih istri saya, tidak pernah cerai dan pisah ranjang baru empat bulan. Kalau diboncengnya itu sudah lama," imbuh Sarbini.

Menurut Sarbini, Sigit membonceng istrinya itu juga dilarang agama. Sebab keduanya bukan saudara kandung tapi saudara angkat.

"Menurut agama kan juga tidak boleh. Kan saudara angkat bukan saudara kandung," ucap Sarbini.

Sarbini mengakui saat melakukan aksinya dalam kondisi sadar. Usai beraksi, dirinya kabur ketakutan karena racun mautnya ternyata salah sasaran.

"Saya sadar, saya ya takut. Saya menyesal, yang saya sasar nggak kena malah yang kena istrinya," imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Guruh Bagus Eddy Suryana mengatakan motif kejadian itu adalah sering cekcok terkait persoalan keluarga.

"Historinya di mana sering terjadi pertengkaran dan cekcok mulut antarkeluarga. Keluarga ini tidak memiliki hubungan yang harmonis," kata Guruh.

Sebelumnya diberitakan, Hani Dwi Susanti (30) warga Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Klaten, Jawa Tengah, tewas setelah minum air yang telah dicampuri racun di kulkas rumahnya, Senin (1/11).

Pelaku yang mencampurkan racun adalah kakak iparnya sendiri, Sarbini. Pelaku ditangkap di Eromoko, Wonogiri pada Selasa (2/11) dini hari.

(rih/sip)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT