Lapas Narkoba Yogya Dilaporkan Lakukan Kekerasan Tak Manusiawi

Jauh Hari Wawan - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 14:41 WIB
Ilustrasi Penjara
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/bortn76)
Yogyakarta -

Sejumlah eks narapidana Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta mengadukan dugaan tindak kekerasan di dalam lapas ke Ombudsman Perwakilan DIY. Mereka mengaku mendapatkan kekerasan dan perlakuan tak manusiawi dari para petugas lapas.

Pengakuan itu diutarakan oleh salah seorang eks napi bernama Vincentius Titih Gita (35) warga Yogyakarta yang telah bebas Oktober 2021. Diceritakannya, banyak pelanggaran HAM dan penyiksaan yang terjadi di lapas.

"Banyak pelanggaran HAM di lapas, berupa penyiksaan. Jadi begitu kita masuk tanpa kesalahan apapun kita langsung dipukuli pakai selang, diinjak, (dihajar pakai) kabel juga, dipukul pakai penis sapi (yang dikeringakan)," kata Vincen ditemui di kantor Ombudsman, Depok, Sleman, Senin (1/11/2021).

Vincen mengatakan aksi kekerasan oknum petugas itu kerap dilakukan kepada napi yang baru masuk ke lapas narkotika. Termasuk dirinya yang dipindahkan dari rutan bersama 12 orang lainnya pada April 2021 ke lapas narkotika. Setibanya di lapas, ia disiksa selama 3 hari dan dimasukkan ke sel kering selama hampir 5 bulan.

"Alasannya mereka, kita residivis. Padahal saat saya dikirim bareng 12 orang itu ada yang tidak residivis tapi mereka juga mengalami penyiksaan. Dan itu selama 3 hari itu kita disiksa dari siang sampai hampir subuh," katanya.

"Saya tanpa alasan yang jelas dimasukkan ke sel kering, jadi sel kering itu tidak bisa dibuka selama hampir 5 bulan. Saya tidak bisa menghubungi keluarga, saya di dalam sel. Saya mau mengurus cuti bersyarat juga kesulitan," tuturnya.

Dikatakan Vinsen, aksi kekerasan di dalam lapas hampir setiap hari dilakukan. Mulai dari pemukulan, berguling-guling hingga muntah, meminum air kencing hingga kekerasan seksual yakni diminta masturbasi dengan timun.

"Pemukulan itu hampir setiap hari dilakukan, dan sel napi jarang dibuka bahkan untuk kegiatan rohani sekalipun. Jadi paling parah ya penyiksaan di dalam lapas itu," ucapnya.

"Saya lihat sendiri (ada napi) tidak pakai kaos kemudian disuruh guling-guling (sampai) muntah dan muntahannya itu disuruh memakan lagi. Bahkan ada yang suruh minum air kencing petugas, dan ada timun isinya dibuang lalu diisi sambal dan diminta onani dan timunnya dimakan," tambahnya.



Selanjutnya: Bahkan ada yang sampai meninggal...

Simak juga Video: Melihat Pesantren Lapas Cianjur, Cetak Narapidana jadi Santri hingga Ulama

[Gambas:Video 20detik]