Raker di Hotel Yogya Panen Kritik, Ketua KPK: Jangan Lihat Murah-Mahal

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 29 Okt 2021 10:25 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri
Ketua KPK Firli Bahuri di Sleman, DIY. (Foto: Jauh Hari Wawan S)
Sleman -

Ketua KPK Firli Bahuri buka suara soal banyaknya kritik yang dialamatkan ke lembaganya terkait menggelar raker di hotel bintang 5 Sheraton Mustika Yogyakarta.

Firli menyebut jika pihaknya tidak bermewah-mewahan. Bahkan dari berangkat, pihaknya menggunakan moda transportasi yang termurah.

"Jadi saya sampaikan ya, kita datang ke Yogya berbagai alternatif transportasi yang bisa dipakai. Tapi kita ambil yang paling murah. Ada kereta tetapi kereta lebih mahal daripada pesawat," kata Firli ditemui usai gowes bersama pimpinan-pejabat KPK di Kopi Klotok, Pakem, Sleman, Jumat (29/10/2021).

Firli menegaskan jika publik jangan hanya melihat tentang biaya raker. Tapi tujuan raker yang menurut Firli banyak hal yang harus diselesaikan.

"Tetapi kita jangan berbicara tentang murah mahal, bukan. Tapi tujuan. Rekan-rekan harus pahami, KPK itu sejak 16 Oktober 2019 diundangkan Undang-Undang 19 2019 ada beberapa yang harus kita sesuaikan, ada beberapa regulasi yang harus dilakukan," tegasnya.

Seperti pimpinan KPK lainnya, Firli juga menyebut soal pemulihan ekonomi di masa pandemi. Seperti diketahui, raker KPK ini dibiayai oleh APBN. KPK ingin mendistribusikan APBN untuk kepentingan masyarakat.

"Selanjutnya adalah kita ingin menyambut program pemerintah terkait dengan pemulihan ekonomi nasional. Kalau kita datang ke sini, silakan rekan-rekan tanya pemilik, apakah ada kenaikan omzet mereka kalau kita datang. Dan pasti itu akan sangat membantu perekonomian rakyat," ucapnya.

Jendral bintang 3 itu juga bilang, makanan di Kopi Klotok cukup murah dan terjangkau. Sehingga tidak melebihi plafon anggaran yang disediakan.

"Dan makanya tadi saya kira tidak mewah banget dan bahkan sangat sederhana. Saya menikmati dan terjangkau harganya. Ada sayur lodeh, sego megono, tempe goreng, saya sendiri pesan teh tubruk. Cangkirnya juga cangkir lama," kata Firli sambil menunjukkan cangkir tehnya.

Sebelumnya diberitakan, mantan penyidik KPK Novel Baswedan mengkritikKPKkarena menggelar kegiatan di Yogyakarta ini. Kritik disampaikan Novel melalui media sosial.

"Pimp KPK + pejabat utamanya besok & lusa, laks raker di Hotel Seraton Yogya. Dilanjut dengan Jumat pagi acara sepeda santai start Mapolsek Ngemplak - warung Kopi Kali Urang Yogya," cuitnya dalam akun Twitter@nazaqistsha, Rabu (27/10).

"Etis nggak sih? Di tengah pandemi & kesulitan mengadakan acara begini?" tambahnya.

Simak juga 'Firli ke Pegawai: Jadi ASN Jangan Sampai Hambat Tugas Pokok KPK':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/sip)