Ketua PDIP Kota Salatiga Mundur, FX Rudy Mau Ikutan Nggak?

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 19:15 WIB
FX Hadi Rudyatmo, walikota Solo
FX Hadi Rudyatmo (Foto: Edi Wahyono)
Solo -

Ketua DPC PDIP Kota Salatiga, Jateng, Teddy Sulistio, mundur dari jabatannya secara mendadak. Apakah Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang selama ini sering berseberangan dengan DPD PDIP Jateng juga akan ikut mundur?

Ditanya soal kemungkinan dirinya mundur dari jabatan, FX Rudy menegaskan akan menyelesaikan masa jabatan sebagai Ketua DPC PDIP Solo. Dia pun menegaskan tidak bersedia untuk diberi jabatan lain selama menjabat Ketua DPC PDIP Solo.

"Saya ditarik ke sana-kemari, punya prinsip, sikap, komitmen. Kalau saya (sudah ditugasi) jaga Solo ya saya jaga, titik! Nggak ke mana-mana," tegas Rudy kepada wartawan, Kamis (28/10/2021).

Mengenai kemungkinan dirinya kembali menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Solo untuk keenam kalinya, Rudy mengaku masih siap jika ditugasi. Namun hal itu berlaku jika Megawati Soekarnoputri kembali memimpin PDIP.

"Pasti siap (jika ditugasi Mega). Tapi regenerasi lah, masa jadi ketua terus. Kalau ibu lanjut (jadi ketua umum), saya ditugasi 'kono jaga Solo' (silakan jaga Solo), ya saya siap," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Teddy Sulistio mengirim surat resmi bermaterei yang ditujukan kepada Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri. Surat pengunduran diri itu juga ditembuskan ke Ketua DPD PDIP Jateng, yang diterima pada Selasa (26/10). Sontak, surat itu membuat kaget para pengurus DPD PDIP Jateng.

FX Rudy mengaku biasa berkomunikasi dengan Teddy. Namun terkait mundurnya Teddy sebagai Ketua DPC Salatiga, Rudy masih belum mengetahui alasannya, termasuk apakah berkaitan dengan polemik 'banteng vs celeng'.

"Itu (Teddy Sulistio) kan junior saya juga. Biasanya kalau seperti ini telepon-teleponan. Ini belum. Nggak tahu (apakah terkait banteng-celeng)," kata Rudy.

Menurutnya, kader berhak mundur dari jabatannya. Namun ketua umum juga berhak menyetujui dan menolak pengajuan mundur dari kadernya.

"Maju mundur itu hak kader, semua kader boleh saja kalau mundur, sesuai aturan partai. Tapi pengunduran diri itu ketua umum juga belum tentu menyetujui," ujar dia.

Simak juga video 'Panas PDIP-Partai Demokrat soal Kecurangan Pemilu':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/ams)