Trauma Gempa Beruntun, Ratusan Warga Kabupaten Semarang Mengungsi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 18:27 WIB
Warga memilih mengungsi di tenda daerah Rowobajul, Pojoksari, Ambarawa Kabupaten Semarang karena khawatir dengan gempa susulan, Senin (25/10/2021).
Warga memilih mengungsi di tenda daerah Rowobajul, Pojoksari, Ambarawa, Kabupaten Semarang, karena khawatir dengan gempa susulan, Senin (25/10/2021). (Foto: dok Polda Jateng)
Kabupaten Semarang -

BMKG mencatat puluhan kali gempa terjadi di wilayah Salatiga dan Ambarawa, Jawa Tengah, selama tiga hari terakhir. Sekitar 200 orang di Kabupaten Semarang, Jateng, memilih mengungsi karena khawatir hingga trauma.

"Dari delapan kecamatan (terdampak) ada tiga tempat yang ada pengungsinya di antaranya 200 orang (dewasa), ada 80 anak-anak," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi, saat mengunjungi salah satu tenda pengungsian di Rowobajul, Kabupaten Semarang, Senin (25/10/2021).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga membuat posko beserta tenda sementara untuk warga yang ingin mengungsi. Ada titik-titik tenda yang didirikan di lokasi itu untuk mengungsi warga.

Ia menjelaskan kedatangannya untuk memastikan penanganan pengungsi dan pelaksanaan protokol kesehatan. Dapur-dapur umum juga disiapkan. Para warga, kata Luthfi, disebut tidak mengungsi karena rumahnya rusak, tapi karena khawatir dengan gempa yang beruntun.

"Di sini masyarakat hanya trauma," ujarnya.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan pihaknya kini sudah mempersiapkan tiga posko yang bisa juga digunakan untuk warga yang merasa khawatir tinggal di rumah.

"Satu di kantor BPBD sebagai posko induk, posko pendukung di halaman RSUD dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa, dan posko di Rowobajul Pojoksari," kata Heru.

Lebih lanjut Heru mengungkap ada 33 rumah yang terdampak gempa. Kerusakan rumah warga disebut berupa retakan.

"Retaknya itu semacam 'retak rambut'. Bukan roboh," kata Heru.

Selain itu ada juga sekolah yang diliburkan karena khawatir dengan adanya gempa. Meski sebenarnya, lanjut Heru, tidak ada kerusakan pada gedung-gedung sekolah.

"RSUD hanya satu ruangan yang retakannya melingkar di ruangan. Di gedung sarpras hanya dinding belakang. Ruang pasien tidak ada," kata Heru.

(sip/rih)