Siswa Positif Corona di Solo Bertambah Lagi Jadi 62 Orang

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 18:07 WIB
Corona Virus test report Stock Image, Test tube
Ilustrasi kasus Corona (Foto: Getty Images/iStockphoto/Richard Maguluko)
Solo -

Jumlah siswa yang terpapar virus Corona atau COVID-19 di Kota Solo, Jawa Tengah kembali bertambah. Hingga hari ini, total ada 62 siswa dan enam guru dari delapan sekolah di tingkat SD dan SMP.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan penambahan jumlah siswa positif Corona tersebut berdasarkan temuan kasus baru. Selain itu, ada beberapa tambahan dari hasil tracing kasus sebelumnya.

"Ada penambahan lagi hari ini. Total ada 62 siswa positif COVID-19 dari lima SD dan tiga SMP," kata Ning, sapaannya kepada wartawan, Kamis (21/10/2021).

Adapun kasus bermula dengan temuan di lima SD dengan jumlah 41 siswa positif dan enam guru. Lima SD tersebut ialah SD Kristen Manahan, SDN Mangkubumen Kidul, SDN Danukusuman, SDN Semanggi Lor, SD Al-Islam 2 Jamsaren.

Sebelumnya Satgas COVID-19 Solo kembali mengumumkan adanya tambahan 12 siswa positif pada Rabu (20/10). Terdiri dari satu siswa berasal dari SMPN 4 dan 11 siswa dari SMPN 8.

Kemudian hari ini ada tambahan kasus satu siswa positif dari SMP IT Nur Hidayah. Selain itu, ada tambahan delapan siswa positif dari hasil tracing di lima SD sebelumnya.

"Dari lima SD yang sebelumnya ditemukan kasus positif, ada penambahan di SD Kristen Manahan sebanyak tiga siswa, SD Mangkubumen Kidul sebanyak satu siswa, SDN Danukusuman sebanyak dua siswa dan SD Al Islam 2 Jamsaren sebanyak dua siswa," ujar dia.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih terus melanjutkan tracing di sekolah maupun rumah siswa yang terpapar COVID-19. Selain itu, pengambil sampel swab juga terus dilakukan ke sekolah-sekolah lain.

Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menegaskan tetap melanjutkan pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka. PTM hanya dihentikan bagi sekolah yang siswanya terpapar COVID-19.

"Sekolah cuma satu jam dua jam, makanya perlu pengawasan di luar sekolah, termasuk di rumah. Saya lihat kasusnya banyak yang OTG, saya yakin cepat sembuh," kata Gibran.

(rih/sip)