Paundra Singgung Darah Sukarno-Karma Gegara Suksesi Mangkunegaran?

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 13:53 WIB
Paundrakarna
GBPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara (Foto: Dok. Instagram)
Solo -

Salah satu calon penerus takhta Pura Mangkunegaran, GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, menyinggung soal keturunan proklamator Sukarno hingga bicara karma. Pernyataan itu pun menimbulkan tanda tanya kepada siapa pernyataan itu ditujukan, dan apa maksudnya?

Dalam pernyataannya, Paundra berbicara tentang keturunan Sukarno, suksesi Mangkunegaran hingga karma buruk. Pernyataan tersebut sempat dia tuliskan sebagai keterangan dalam beberapa foto Instagram @gphpaundrakarna1.

Ada beberapa foto yang dia unggah, namun isi keterangannya sama. Terakhir kali dia mengunggah foto tersebut pada Rabu (13/10/2021).

Apa isinya?

Isinya antara lain ialah penegasan posisi Paundrakarna yang merupakan cucu proklamator kemerdekaan RI Sukarno, putra dari Sukmawati Soekarnoputri, serta cucu dari Mangkunegara VIII. Selain di medsos, Paundra juga mengirimkan tangkapan layar unggahannya itu kepada detikcom melalui WhatsApp.

Poin lainnya ialah Paundra mengatakan menjadi pemimpin kerajaan tidaklah seperti kompetisi ataupun pemilihan legislatif, melainkan atas kehendak Tuhan dan para pendahulu.

Kemudian dia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menyepelekan dirinya. Paundra juga mengingatkan adanya karma yang buruk.

Berikut isi pernyataan lengkap Paundra yang diterima detikcom:

Anggap saja ini adalah sebuah Peryataan Politik dari saya nggih poro Sedulur ingkang budiman lan berbudi pekerti luhur,,
Mulut saya dan perkataan saya adalah 'Bom Waktu' untuk siapa saja yang tidak baik,, Dan saya sebagai insan Manusia berketuhanan dan sebagai putera Mangkunegaran saya memiliki Hak Prerogatif untuk bicara,,

Jangan menyepelekan diri saya nggiih, karena Malati, angsar/Karma buruk dan Kuwalat adalah ganjarannya,,

Salaam,,

Hargailah dan orangkanlah saya, hargailah para Pendahulu, hargailah eyang saya Presiden Sukarno, hargailah Ayahanda saya, hargailah Ibu saya, hargailah adik semata wayang saya, hargailah Keluarga Besar Mangkunegaran terlebih haruslah menghargai Abdi-Abdi/kawulo alit di Puro Mangkunegaran agar rasa respek, sikap baik saya dan ketulusan dari saya/dari kami pada panjenengan-panjenengan tidak hilang dan tidak berubah menjadi kebencian,,

Selengkapnya soal pernyataan Paundra...

Simak juga Video: Wujud 8 Mobil Listrik di Solo untuk Wisata Keliling Kota

[Gambas:Video 20detik]