Pria yang Hanyut di Sungai Serayu Banjarnegara Ditemukan Tewas

Uje Hartono - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 12:12 WIB
Proses evakuasi pria yang hanyut di Sungai Serayu, Banjarnegara, Rabu (29/9/2021)
Proses evakuasi pria yang hanyut di Sungai Serayu, Banjarnegara, Rabu (29/9/2021). (Foto: Dok. BPBD Banjarnegara)
Banjarnegara -

Seorang pria, Fatchurozzi (38), dilaporkan hanyut di Sungai Serayu, Banjarnegara. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal.

"Pada pencarian korban hanyut di Sungai Serayu hari kedua akhirnya membuahkan hasil. Tadi sekitar pukul 10.40 WIB korban ditemukan 5,1 kilometer jarak meander dari lokasi kejadian," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Andri Sulistyo saat dihubungi detikcom, Rabu (29/9/2021).

Usai dievakuasi, korban kemudian dibawa ke RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara untuk dilakukan visum dan identifikasi. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan dugaan tindak pidana.

"Tadi setelah dievakuasi kemudian dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Hasilnya tidak ada dugaan pembunuhan. Selanjutnya korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," kata dia.

Dengan ditemukannya korban hanyut tersebut, operasi pencarian dinyatakan ditutup. Andri mengingatkan kepada warga untuk tetap waspada saat beraktivitas di area sungai. Mengingat saat ini intensitas hujan di wilayah Banjarnegara sudah mulai tinggi.

"Operasi pencarian korban dihentikan karena sudah ketemu. Tetapi kami juga mengimbau agar warga yang beraktivitas di sekitar sungai tetap waspada. Apalagi sekarang intensitas hujan sudah mulai tinggi," imbaunya.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang pria warga Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara, Fatchurozzi (38), dilaporkan hanyut di Sungai Serayu, Selasa (28/9). Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo menyebut korban diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Kejadiannya sekitar pukul 11.30 WIB. Dari informasi yang dihimpun dari warga dan saksi mata, korban merupakan warga Desa Tunggoro dan merupakan ODGJ," kata Andri saat dihubungi, Selasa (28/9).

(rih/sip)