Viral Lur! Pria Ini Takut Disuntik Vaksin sampai Minta Gendong Istri

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 11:55 WIB
Adegan pria di Klaten yang takut jarum suntik saat vaksinasi dan minta gendong istri, Selasa (28/9/2021).
Adegan pria di Klaten yang takut jarum suntik saat vaksinasi dan minta gendong istri, Selasa (28/9/2021). Foto: Tangkapan layar akun medsos
Klaten -

Seorang pria di Klaten, Jawa Tengah, Waluyo (45), sampai minta gendong istrinya gegara takut jarum suntik saat ikut vaksinasi COVID-19. Aksi minta gendong yang terjadi di aula Balai Desa Demak Ijo, Kecamatan Karanagnongko, Klaten, itu viral di media sosial.

Kejadian lucu itu viral di media sosial. Salah satunya di grup Facebook KabarKlaten, unggahan video itu dituliskan kalimat pengantar, "Istriku Semangatku, Demakijo Karangnongko Klaten,".

Setelah 15 jam diposting, video tersebut sudah ditonton 16.559 kali dengan 109 komentar. Dalam rekaman video 59 detik itu, sejak awal Waluyo sudah ketakutan.

Berkaus hijau, bapak dua anak itu duduk di kursi besi didampingi sang istri. Saat petugas kesehatan meminta lengan kaus dibuka, Waluyo mulai histeris.

Meskipun dirayu beberapa orang, tetapi teriakannya semakin kencang. Bahkan kedua tangannya mendekap sang istri dan kedua kaki mengapit kaki istrinya mirip bayi digendong di depan.

Aksi minta gendong istri itu memancing gelak tawa. Tapi usai divaksin Waluyo juga biasa saja dan melepaskan pelukannya.

"Kebetulan saya sendiri yang merekam kejadian itu. Sebab sudah beberapa hari dia (Waluyo) meminta ke saya vaksin dalam bentuk pil, berapapun mau diminumnya asal tidak disuntik," kata Kades Demak Ijo, Ery Karyanto, saat ditemui detikcom di kantornya, Rabu (29/9/2021).

Ery menceritakan kejadian warganya yang takut jarum suntik itu terjadi Selasa (28/9) siang sekitar pukul 11.00 WIB. Vaksinasi dilakukan massal di aula balai desa.

"Waluyo itu salah satu warga kami yang takut disuntik. Kejadiannya kemarin jam 11.00 WIB saat vaksinasi di balai desa," ujarnya.

Menurut Ery, saat ikut vaksinasi Waluyo didampingi istrinya. Begitu rasa takut melihat jarum muncul, dia langsung mendekap istrinya.

"Jadi yang didekap pertama itu istrinya. Istrinya juga divaksinasi tetapi tidak fobia malahan," katanya.

"Takutnya jarum gede dan nanti kena tulang. Saking takutnya, ternyata lengan tangannya juga ditempeli plester tiga hari dengan harapan dagingnya empuk agar tidak sakit," lanjut Ery yang juga tetangga rumah Waluyo.

Untuk ikut vaksinasi, kata Ery, Waluyo sempat ragu berhari-hari bahkan lebih dari 10 kali meneleponnya.

Meskipun diwarnai kejadian lucu tersebut, Ery menyebut pemerintah desa mengapresiasi Waluyo yang akhirnya bersedia ikut vaksinasi.

"Kami mengapresiasi karena dia pengin divaksin meski ada ketakutan luar biasa. Sampai akhirnya terjadi momen lucu seperti kemarin, prinsipnya kami mengapresiasi," kata Ery.

Ery menambahkan memang ada warganya yang juga takut disuntik. Tetapi ekspresinya tidak seperti yang dilakukan Waluyo.

"Ya ada satu dua warga yang juga takut disuntik dan cuma diam, tapi yang paling membikin tawa ya cuma dia. Saya tekankan ikut vaksinasi itu kewajiban bagi yang memenuhi syarat," imbuhnya.

Saat ditemui, Waluyo, mengaku memang paling takut dengan jarum. Dia mengaku takut karena rasa sakitnya.

"Disuntik satu rasanya seperti lima jarum. Saya takut sejak dulu," kata Waluyo.

"Yang menumpuk berkas pendaftaran itu istri saya, saya takut. Tapi dijemput satgas tetapi saya mau asal tidak disuntik dan ternyata disuntik juga," imbuhnya.

(rih/sip)