2 Pabrik Psikotropika di Yogya Dibongkar! Produksi Jutaan Butir per Hari

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 14:27 WIB

Berdasarkan keterangan para tersangka diketahui bahwa pabrik tersebut sudah beroperasi sejak tahun 2018. Di mana dalam sehari bisa memproduksi 2 juta butir obat-obatan ilegal.

"Sehingga estimasi produksi jumlah obat keras ilegal yang bisa dihasilkan dari 7 mesin produksi per hari adalah 14 juta butir pil berarti dalam satu bulan mencapai 420 juta butir," ujarnya.

Menyoal modus operandi, ternyata para tersangka memproduksi obat-obatan yang sudah dilarang edar oleh BBPOM. Mengingat, obat-obatan tersebut masih dicari oleh kalangan tertentu untuk disalahgunakan.

"Modusnya memproduksi obat-obat keras yang sudah dicabut izin edarnya oleh BPOM RI. Kemudian mereka mengedarkan ke berbagai daerah di Indonesia dengan menggunakan jasa pengiriman barang. Jadi belum lewat online ya, masih lewat koordinator masing-masing wilayah," katanya.

Terkait otak di belakang peredaran jutaan butir pil tersebut, Krisno mengaku tengah memburunya. Nantinya kepada pengendali berinisial EY akan dikenakan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Sejauh ini semua perintah disampaikan oleh saudara DPO yakni EY, dan saat ini masih kami buru keberadaannya," ucapnya.

Kemudian terkait dengan ancaman hukuman disangkakan pasal berlapis. Seperti Pasal 60 UU RI No.11 tahun 2020 tentang cipta kerja perubahan atas pasal 197 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, Pasal 196 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, lebih subsider Pasal Pasal 198 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 60 UU RI No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

"Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara dan denda 200 juta rupiah. Ini yang akan diterapkan kepada pelaku," ujarnya.


(sip/mbr)