Ada Kuburan-kuburan Palsu di Klaten, Ekspresi Protes Warga?

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 17:31 WIB
Warga di sekitar Sungai Dengkeng, Klaten dikagetkan dengan munculnya dua gundukan menyerupai makam atau kuburan.
Ada 2 Gundukan Mirip Makam di Anak Sungai Bengawan Solo. (Foto: Achmad Syauqi)
Klaten -

Belakangan ini warga Klaten, Jawa Tengah digegerkan dengan kemunculan kuburan palsu di berbagai tempat, yang terbaru di Sungai Dengkeng atau anak Bengawan Solo. Kuburan-kuburan palsu tersebut dinilai sebagai ungkapan protes atas suatu ketidaknyamanan.

"Iya itu (kuburan palsu) menurut saya ungkapkan atas ketidaknyamanan. Intinya itu masih sesuatu yang positif, jangan ditanggapi negatif," kata mantan Ketua Paguyuban Seni Rupa Kabupaten Klaten (Pasren), Ansori kepada detikcom, Jumat (10/9/2021).

Ansori menuturkan pembuatan kuburan palsu bisa dikaitkan dengan bentuk protes warga. Dia mencontohkan seperti yang dibuat di tepi jembatan timur stasiun dan di Tulung karena sampah.

"Itu karena warga protes. Warga protes karena ada orang yang membuang sampah sembarangan, bahkan ada bangkai dibuang begitu saja," sambung Ansori.

Setelah bau mengganggu, kata Ansori, warga berinisiatif membuat kuburan untuk lucu-lucuan. Tak hanya kuburan, tapi juga dibelikan payung biasa digunakan untuk upacara kematian.

"Dibuatkan lucu-lucuan, iseng. Tapi ndak papa itu baik karena ungkapan protes masyarakat kan bermacam-macam, kalau mau protes frontal kan nggak berani jadi protes halusnya seperti itu, terlepas siapa yang mau diprotes," papar Ansori.

Ansori menyebut bentuk protes dengan membuat instalasi kuburan dinilai lebih spesifik. Menurutnya bentuk protes itu masih dinilai wajar.



"Pihak terkait, pemerintah atau siapapun mestinya tanggap. Toh, itu menurut saya masih wajar," imbuh Ansori.

Ansori pun menduga ada ketidaknyamanan warga ketika ditanya soal kuburan palsu di tengah Sungai Dengkeng yang merupakan anak Bengawan Solo. Menurutnya keberadaan makam palsu itu pun harus ditanggapi dengan positif.

"Terlepas yang diprotes apanya dan siapa, itu harus ditanggapi dengan pikiran jernih. Syukur kalau ditanggapi dan direspons," ucap Ansori.

Selengkapnya di halaman berikutnya...