Selebaran 'Dipaksa Sehat di Negara Sakit' Nempel di Baliho Puan di Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 17:59 WIB
Selebaran Dipaksa Sehat di Negara Sakit Nempel di baliho Puan di Klaten, Kamis (9/9/2021).
Selebaran 'Dipaksa Sehat di Negara Sakit' Nempel di baliho Puan di Klaten, Kamis (9/9/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten -

Selebaran bertuliskan 'Dipaksa Sehat di Negara Sakit' kembali muncul di Klaten, Jawa Tengah. Kali ini selebaran itu nempel di baliho Ketua DPR RI Puan Maharani di Jalan Pakis-Baki, Kecamatan Wonosari, Klaten.

"Saya ke sini siang gambar itu sudah ada. Padahal kemarin sore belum ada," kata warga sekitar, Abre, saat ditemui detikcom di lokasi, Kamis (9/9/2021).

Dia menduga selebaran itu ditempel di baliho Puan pada malam atau dini hari.

"Tidak mungkin masangnya siang hari sebab pasti ketahuan warga sini. Pagi sampai malam jalan ini ramai," ujarnya.

Pantauan di lokasi, terdapat empat selebaran yang tertempel di baliho Puan. Kemudian di papan baliho kosong dekat baliho Puan ada tiga lembar, di tembok gedung Purnama Jaya juga tiga lembar. Di papan tembok Klaten Bersinar dekat polsek ada satu lembar.

Sedangkan di rumah warga barat Polsek Wonosari ada dua lembar. Tulisan di kertas folio itu bertinta hitam hasil print dan dikopi.

Selebaran 'Dipaksa Sehat di Negara Sakit' Nempel di baliho Puan di Klaten, Kamis (9/9/2021).Selebaran 'Dipaksa Sehat di Negara Sakit' Nempel di baliho Puan di Klaten, Kamis (9/9/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom

Selain 'Dipaksa Sehat di Negara Sakit', ada juga selebaran soal almarhum Munir. Di antaranya bertuliskan 'Pak Jokowi, Siapa Dalang Pembunuhan Saya' yang bergambar Munir sedang orasi.

Selebaran lain bertuliskan 'Sebagai kasus HAM berat, tuntaskan'. Selebaran ini juga bergambar foto Munir setengah badan.

Pemilik toko di barat Polsek Wonosari, Edi, mengaku tidak tahu siapa yang memasang selebaran di tembok rumahnya. Kemungkinan selebaran itu dipasang malam hari.

"Ya pasti malam hari karena siang di sini ramai. Kalau tahu ya saya nggak boleh, itu tembok rumah saya dan tidak izin," kata Edi saat ditemui di rumahnya.

Terpisah, Camat Wonosari, Muh Nur Rosyid, mengatakan pihaknya sudah mengecek adanya poster selebaran tersebut.

"Tadi sekilas sudah saya cek beberapa dan sudah saya baca. Kita akan segera bahas dengan forkopimcam untuk tindak lanjutnya," kata Rosyid saat dihubungi.

(rih/ams)